Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Belum Jalankan Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Tunggu Peralatan Dapur

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayahnya.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Pj Gubernur Bangka Belitung, Sugito usai menggelar rapat terkait program makan bergizi gratis, Senin (20/1/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayahnya. Hal ini diungkapkan Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito usai menggelar rapat bersama dengan instansi terkait lainnya, Senin (20/1). 

"Belum bisa memastikan tanggalnya ya, tapi diupayakan waktu terdekat. Hal ini karena untuk alat masaknya ini, semuanya dikirim dari Badan Gizi Nasional. Tentunya secepatnya karena peralatan dapurnya kan dikirim dari pusat, jadi yang melaksanakan ada satuan pelaksana satuan pelayanan dapur yang ditunjuk oleh BGN. Kalau kita, sifatnya koordinatifnya di Pemerintah Provinsi," ujar Sugito

Sugito mengatakan pos anggaran makan bergizi gratis berasal dari pemerintah pusat, dalam hal ini BGN. Sedangkan untuk anggaran yang berasal dari APBD, Sugito menegaskan belum ada petunjuk teknis ataupun petunjuk pelaksanaan dari Kemendagri. 

"Kita juga mencadangkan walaupun mungkin dengan kondisi kita APBD kita yang saat ini mengalami kontraksi, kita juga menyiapkan walaupun sekali lagi itu sebagai bentuk supporting kita," jelasnya. 

Dari rapat tersebut, Pemprov Bangka Belitung juga telah menentukan harga untuk satu menu makanan bergizi gratis yang akan diberikan kepada siswa di bangku SD, SMP dan SMA. "Kalau dananya sudah disebut Rp10.000 per menu, saya tanyakan apakah itu cukup memenuhi untuk standar gizi lalu dari BGN mengatakan cukup," katanya.

Sugito memastikan akan terus melakukan evaluasi guna mengoptimalkan program makan bergizi gratis. "Tentu akan soal tingkat keterjangkauan itu juga menjadi pertimbangan, tentunya akan ada masukan-masukan. Jadi wajar ini masih uji coba di tahap pertama, dan pastinya akan ada evaluasi dan perbaikan," ungkapnya. 

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan, nantinya di setiap radius tiga kilometer akan dibangun dapur umum dalam program makan bergizi gratis di wilayahnya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Ervawi merujuk perencanaan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (8/1). 

"Yang menunjukkan untuk sekarang sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional 3 kilometer dari dapur, jadi radius itu sekolah di sekitar itu mereka yang menentukan," ujar Ervawi.

Diketahui, saat ini fasilitas dapur umum progam makan bergizi gratis, sudah dibangun yang berada tepat di depan SMPN 3 Kota Pangkalpinang. "Nanti dapur-dapur itu rencanakan dibuat banyak dapur, sesuai radius radius masing-masing sekolah. Tetapi saat ini berdasarkan koordinasi kita dengan Badan Gizi Nasional untuk dapur itu baru ada satu," tuturnya.

Ervawi mengatakan, selama menunggu fasilitas dapur umum, nantinya untuk mengoptimalkan program makan bergizi gratis akan menggandeng pihak ketiga. "Itu juga satu itu infrastrukturnya belum lengkap, jadi belum bisa digunakan. Jadi, masih menunggu pengiriman fasilitasnya dari pusat. Pihak ketiga sesuai lokasi masing-masing sekolah, dengan radius itu tadi untuk terpenuhinya makan bergizi gratis," jelasnya.

Ervawi mengungkapkan, melalui kerja sama pihak ketiga, akan ada pendampingan kolaborasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Dinas Kesehatan pun akan turut berkontribusi, dari sisi pemenuhan gizi hingga kebersihan pembuatan makanan kepada para siswa sekolah. 

"Di lingkungan itu ada penyedia, pihak ketiga kerja sama. Jadi bisa disediakan banyak penyedia, sebelum terbentuknya dapur umum. Untuk pembangunan dapur umur, berdasarkan BGN bertahap," ungkapnya. 

Sebelumnya, Program makan bergizi gratis (MBG) mulai dilakukan, Senin (6/1) kemarin di 160 titik yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Namun, untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum bisa dilaksanakan. Itu dikarenakan masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved