Berita Bangka Selatan
DPRD Bangka Selatan Bakal Panggil Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit, Dian: Kita Minta Bantuan CSR
DPRD Kabupaten Bangka Selatan, bakal memanggil sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah itu dalam waktu dekat.
AIRGEGAS, BABEL NEWS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan, bakal memanggil sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah itu dalam waktu dekat. Pemanggilan dilakukan imbas rusaknya jalan penghubung di perbatasan antara Desa Delas dan Desa Nyelanding, Kecamatan Airgegas.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Dian Sersanawati mengatakan legislatif bakal memanggil sejumlah perusahaan pabrik kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Desa Bedengung, Kecamatan Payung. Diakuinya, pemanggilan dilakukan agar perusahaan tersebut dapat ikut andil dan bertanggung jawab ihwal rusaknya jalan penghubung antara Desa Delas dan Desa Nyelanding. Setidaknya dapat membantu perbaikan jalan melalui dana corporate social responsibility atau CSR.
"Jadi kita berencana mungkin menanyakan anggaran perbaikan jalan. Skemanya kita minta bantuan CSR dari perusahaan pabrik kelapa sawit PT. Banka Agro Plantari di Desa Bedengung," kata Dian Sersanawati, Minggu (19/1).
Menurutnya, dana CSR adalah dana yang dikeluarkan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya. Maka dari itu koordinasi kepada perusahaan pabrik kelapa sawit akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Setidaknya perbaikan jalan bisa melalui dana CSR, sambil kita menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Agar jalan ini bisa dilalui oleh masyarakat, kita cari solusi tercepatnya," ujar Dian Sersanawati.
Di sisi lain sambung dia, legislatif telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa hari lalu. Langkah tersebut diambil guna mendorong percepatan pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan penghubung di perbatasan antara Desa Delas dan Desa Nyelanding.
Termasuk mendorong Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan agar turut melakukan upaya intervensi dan pendampingan kepada pemerintah provinsi. Supaya jalan tersebut dapat diperbaiki pada tahun 2025 ini sehingga tidak berdampak luas terhadap kondisi mobilitas masyarakat.
Dikhawatirkan apabila jalan rusak masih dibiarkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Paling parah terputusnya akses jalan penghubung masyarakat di beberapa wilayah. Imbasnya harga komoditas bahan pokok dapat melonjak naik dan tidak stabil.
"Supaya perbaikan jalan bisa dikerjakan tahun 2025. Mungkin Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bisa langsung koordinasi dengan pihak Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Dirinya berharap dapat mewujudkan harapan warga setempat. Kondisi jalan rusak diketahui sudah hampir dua tahun dan tidak dilakukan perbaikan. Berdasarkan laporan sejumlah kendaraan sempat terperosok karena kondisi jalan yang licin. Oleh karena itu, DPRD segera melakukan langkah-langkah mendorong pembangunan.
"Berdasarkan informasi sementara secara lisan, memang Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki dana untuk perbaikan," jelas Dian Sersanawati.
Sebelumnya diberitakan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan, melakukan inspeksi mendadak atau sidak kondisi jalan provinsi yang rusak parah. Utamanya jalan provinsi yang berada di perbatasan Desa Delas dan Desa Nyelanding, Kecamatan Airgegas. Di mana jalan tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan akses masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Airgegas, Kecamatan Payung dan Kecamatan Pulau Besar.
Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan yang turut langsung meninjau lokasi yakni Ketua Komisi III, Dian Sersanawati beserta dua anggota lainnya yaitu Suwandi dan Rama Dhimas Kusuma. Tak hanya memantau kondisi jalan, wakil rakyat ini juga menyetop sejumlah pengendara muatan berat yang melintas. Banyak ditemukan kendaraan yang melintas dengan muatan tonase cukup berat.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Dian Sersanawati mengakui, pihaknya sengaja mengecek kondisi jalan yang menjadi keluhan masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. Hasilnya jalan diklaim dalam kondisi yang memprihatinkan dengan kerusakan di enam titik. Di mana tiga titik di antaranya mengalami kerusakan cukup parah dan nyaris tak bisa dilewati. Terkhusus bagi kendaraan roda empat yang memiliki ground clearance atau jarak antara bagian terendah mobil dengan permukaan tanah rendah. Sementara pengendara sepeda motor harus ekstra berhati-hati karena jalan dalam keadaan licin.
"Setelah kita melihat kondisi memang sangat memprihatinkan. Karena jalan ini termasuk jalan padat aktivitas, hilir mudiknya dari kegiatan-kegiatan masyarakat," kata Dian Sersanawati, Minggu (19/1). (u1)
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, ODGJ Berat Dapat Perhatian Khusus |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gandeng BPKP Dongkrak PAD |
|
|---|
| Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Terima Pengelolaan Jalan Inpres |
|
|---|
| TNI dan Warga Kebut Pembangunan Empat Jembatan Garuda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210112-dian.jpg)