Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pembinaan Kemandirian di Lapas Perempuan Pangkalpinang, dari Merajut hingga Ecoprint

Pembinaan yang dilakukan mencakup dua aspek utama, yakni pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian.

Editor: suhendri
Dok. Humas Lapas Perempuan Pangkalpinang
PELATIHAN MEMBATIK - Petugas Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang memberikan bimbingan kepada warga binaan dalam pelatihan membatik. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga pemasyarakatan (lapas) bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan bagi para warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan berdaya guna.

Hal itulah yang mendasari komitmen Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang dalam membina 111 warga binaan melalui berbagai program pembinaan kemandirian dan kepribadian.

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Pangkalpinang terus berupaya membekali para warga binaan dengan keterampilan dan nilai-nilai positif.

Pembinaan yang dilakukan mencakup dua aspek utama, yakni pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang Meita Eriza menuturkan, dalam upaya meningkatkan kemandirian warga binaan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas UMKM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta PT Timah Tbk dan Persikindo.

"Pembinaan kemandirian yang kami berikan meliputi keterampilan salon, merajut, menjahit, ecoprint, pengolahan aneka makanan, serta pertanian. Program ini sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia," kata Meita kepada Bangka Pos, Rabu (29/1/2025).

“Melalui program ini, para warga binaan diharapkan dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah bebas sehingga dapat hidup mandiri dan tidak kembali ke jalur yang salah,” ujar Meita.

Selain keterampilan, pembinaan kepribadian juga menjadi fokus utama di Lapas Perempuan Pangkalpinang.

Tujuannya membantu warga binaan memperbaiki diri dan memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kehidupan bermasyarakat.

Adapun pembinaan kepribadian itu meliputi pembinaan keagamaan, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran hukum, intelektual, kegiatan olahraga, dan kesenian.

Meita menyebutkan, beragam aktivitas tersebut membuktikan bahwa kehidupan di dalam lapas tidak hanya sebatas makan dan tidur, namun warga binaan tetap menjalani rutinitas yang positif serta membangun mental dan keterampilan mereka untuk kehidupan yang lebih baik di luar nanti.

Meita pun berharap seluruh pihak dapat terus memberikan dukungan agar program pembinaan tersebut berjalan optimal.

"Kami mohon dukungan dari berbagai pihak sehingga saat mereka (warga binaan–red) kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berdaya guna," tuturnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved