Senin, 13 April 2026

Kabar Belitung Timur

Perayaan Imlek Lebih Sepi, Tokoh Tionghoa Belitung Timur Sebut Terimbas Kondisi Ekonomi

Perayaan Imlek tahun ini di Manggar dirasakan lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Editor: Rusaidah
Dok. Posbelitung.co
Tokoh Tionghoa Belitung Timur Jimmy Tjong. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Perayaan Imlek tahun ini di Manggar dirasakan lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Tokoh Tionghoa Belitung Timur, Jimmy Tjong, menilai hal ini bisa jadi akibat kondisi ekonomi yang kurang stabil. 

Selain itu, banyak warga keturunan Tionghoa yang memilih merayakan Imlek bersama keluarga mereka di Jakarta.

"Imlek tahun ini terasa lebih sepi, mungkin karena faktor ekonomi. Banyak yang merayakan bersama anak-anak mereka di Jakarta," ujar Jimmy Tjong, Rabu (29/1).

Meski lebih sepi, tradisi Imlek di Manggar tetap dijalankan seperti biasa. 

Masyarakat tetap melakukan ritual khas Imlek, mulai dari membersihkan rumah, sembahyang leluhur, hingga berdoa bersama keluarga. 

Pada malam Imlek, keluarga berkumpul untuk makan bersama, kemudian pada malam Tahun Baru mereka pergi sembahyang dan berdoa.

"Saat hari Imlek, yang muda tetap datang ke yang tua. Memberi angpao itu sudah adat kita. Biasanya sampai Cap Go Meh masih terasa suasana Imlek," tambahnya.

Namun, Jimmy juga melihat adanya perubahan dalam cara masyarakat merayakan Imlek. 
Jika dulu warga berkunjung ke rumah keluarga yang lebih tua, beberapa tahun terakhir ini mereka lebih memilih merayakan di tempat wisata.

Menyambut Tahun Ular Kayu, Jimmy berharap tahun ini membawa berkah bagi Belitung Timur.

"Semoga tahun Ular Kayu ini bisa membawa berkah bagi Beltim, supaya semuanya bisa bersinergi," harapnya.

Tak lupa, dia juga menyinggung pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk kemajuan daerah. 

"Harapan saya, pemerintah bisa bersinergi untuk membangun Beltim dan menyejahterakan masyarakat. Dengan bupati baru yang sudah dilantik, semoga semuanya bisa bekerja sama membangun Beltim lebih baik," katanya.

Salah satu makanan khas Imlek yang tetap hadir di perayaan ini adalah kue keranjang, yang menjadi simbol kemakmuran dan keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa.

Perayaan Imlek di Manggar mungkin lebih sepi tahun ini, tetapi semangat dan harapan akan masa depan yang lebih baik tetap menyala di hati masyarakat. (s1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved