Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

300 Sapi Sudah Divaksin, Pemkab Bangka Selatan Targetkan Zero Kasus PMK

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan seluruh hewan ternak sapi di daerah itu divaksin.

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
VAKSIN PMK -- Petugas kesehatan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan ketika melakukan vaksinasi PMK terhadap ternak sapi di kandang, Sabtu (1/2/2025). Vaksinasi dilakukan guna mengantisipasi penyebaran PMK. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan seluruh hewan ternak sapi di daerah itu divaksin. Vaksinasi dilakukan guna mencegah penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK yang mulai terdeteksi. Targetnya dapat zero alias nihil kasus PMK pada tahun 2025 ini.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, baru sebesar 12,34 persen atau sebanyak 300 sapi milik peternak divaksin PMK pada tahun 2025 ini. Sapi tersebut menjalani vaksinasi tahap pertama pasca-ditemukannya empat sapi terjangkit PMK. Sementara itu vaksinasi masih diprioritaskan pada ternak sapi walaupun PMK bisa menjangkit kambing dan domba.

"Untuk total hewan ternak sapi di Kabupaten Bangka Selatan berjumlah 2.430 ekor yang tersebar di beberapa kecamatan," kata Nurudin, Sabtu (1/2).

Nurudin berujar vaksinasi ditetapkan untuk melindungi ternak sapi dari ancaman PMK. Vaksinasi PMK dinilai sangat penting untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit ini. Terpenting mampu mengurangi risiko infeksi pada hewan yang divaksin dan penyebaran penyakit ke hewan lain yang belum divaksinasi.

Termasuk mencegah kejadian wabah PMK yang dapat menyebabkan kerugian besar pada peternakan. Terkhususnya mortalitas hewan jika terpapar PMK. Dampaknya mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit PMK, serta meningkatkan keamanan pangan, efisiensi peternakan dan kesehatan hewan. Pasalnya Kabupaten telah nihil PMK sejak tahun 2022 lalu dan kembali terdeteksi pada tahun 2025 ini.

"Target kami Kabupaten Bangka Selatan dapat kembali nol dari serangan PMK. Seperti tahun 2022 lalu, Alhamdulillah berhasil mengendalikan PMK," sebut Nurudin.

Di sisi lain sambung dia PMK adalah penyakit yang menyerang ternak berkuku belah, seperti sapi, domba dan kambing. Virus ini tak menular ke manusia, tetapi penyebarannya pada ternak bisa sangat cepat dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Maka dari itu, pihaknya telah berupaya mengajukan penambahan vaksin ke pemerintah pusat. Penambahan vaksin PMK ini sangat penting dalam mencegah penularan virus PMK.

Dikhawatirkan PMK akan mengganggu program pengembangan peternakan sapi di daerah ini. Pemerintah meminta para pengusaha maupun peternak sapi di Kabupaten Bangka Selatan untuk tetap waspada akan PMK

Para peternak harus memperhatikan sanitasi kandang, pemberian antibiotik, vitamin hingga penyemprotan desinfektan terhadap kandang dan hewan ternak. Masyarakat diminta tetap tenang mengingat PMK bisa disembuhkan.

"Jaga kesehatan, kebersihan lingkungan dan juga tetap menjaga kebutuhan nutrisi dari hewan-hewan ternak yang dipelihara di kandang masing-masing," ucapnya.

Hingga kini kata Nurudin empat sapi terjangkit PMK telah dilakukan isolasi guna mencegah penularan virus PMK lebih luas. Sapi tersebut telah berikan pengobatan supaya tidak menular ke sapi lainnya. Agar tidak mengganggu pengembangan usaha peternakan sapi. Tidak hanya itu, beberapa sapi lainnya telah dilaporkan bergejala PMK.

"Jadi hewan-hewan yang sudah terkena PMK maupun yang kami duga terkena PMK telah ditangani dan diberi perlakuan pengobatan," pungkasnya. (u1)

Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, mulai memperketat lalu lintas hewan ternak dari luar daerah menjelang Ramadan 2025. Kebijakan itu sebagai langkah mitigasi dan antisipasi masuknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) ke daerah itu. Mengingat kebutuhan sapi di daerah itu masih dipasok dari peternak luar daerah.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengungkapkan, sebagai upaya pencegahan penyakit menular hewan pihaknya turut memperketat pengawasan lalu lintas ternak. Khususnya sapi, baik dari antar kabupaten maupun kota serta provinsi. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran PMK.

"Secara aturan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah masuk zona kuning. Pemerintah pusat sudah mengatur secara ketat aturan lalu lintas ternak," kata Nurudin, Sabtu (1/2).

Nurudin menjelaskan, pengetatan lalu lintas ternak ini, karena potensi masuknya ternak terjangkit PMK dan penyakit berbahaya lainnya yang cukup tinggi. Seiring meningkatnya permintaan sapi potong serta kambing menjelang puasa Ramadan ini. 

Setidaknya ternak yang masuk harus sudah divaksin dan tidak menunjukkan gejala PMK. Berdasarkan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan penyebab PMK masuk ke Kabupaten Bangka Selatan lantaran tingginya mobilitas ternak.

"Masuknya PMK ke Kabupaten Bangka Selatan diduga dari mobilitas kendaraan ataupun dari masyarakat. Mungkin melakukan perjalanan dari suatu wilayah yang sebelumnya masuk zona merah PMK," jelas Nurudin.

Pihaknya kini tengah fokus melakukan vaksinasi maupun pengobatan sejumlah hewan ternak terpapar PMK. Sehingga nantinya hewan ternak yang masuk ke Kabupaten Bangka Selatan dapat lebih terkontrol. Terpenting tidak menjadi pemicu merebaknya hewan ternak khususnya sapi yang terpapar PMK.

"Untuk perpindahan ternak dari zona per zona itu sudah diatur oleh peraturan menteri, semuanya terkontrol," ujar Nurudin(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved