Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Warga Desa Pusuk Gelar Pesta Adat Ruah 

Masyarakat Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, menggelar pesta adat Ruah di wilayahnya, pada Minggu (2/2).

Tayang:
IST/Ali
PERAYAAN RUAH DESA PUSUK - Masyarakat Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menggelar Pesta Adat Ruah, Minggu (2/2/2025). 

KELAPA, BABEL NEWS - Masyarakat Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, menggelar pesta adat Ruah di wilayahnya, pada Minggu (2/2). Perayaan Ruah rutin ini dilaksanakan setiap tahun menjelang Ramadan tepatnya pada tanggal 12 Sya'ban.

Perayaan Ruah sudah menjadi tradisi sejak dulu. Tradisi ini sebagai kesempatan untuk dapat bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan. Berbagai menu makanan tersedia di rumah warga dari makanan berat hingga ringan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan adat istiadat, dan aset budaya daerah. "Kegiatan dilaksanakan dari pagi hingga jalan  macet karena ribuan masyarakat yang datang, dari berbagai daerah," kata Muhammad Ali.

Perayaan Ruah di Desa Pusuk Bangka Barat, dilakukan dari mulai Khatam Al-Quran, nganggung hingga arak-arakan membagikan telur tamat keliling desa. "Selanjutnya acara silaturahmi antar warga, tentu ini menjadi potensi untuk mendukung pariwisata di Bangka Barat. Tentu Pemdes dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dalam upaya mendukung wisata, karena banyak orang yang datang," ujarnya.

Ali menambahkan, kegiatan ini harus dipertahankan, karena merupakan adat istiadat yang sudah ada sejak dulu dan merupakan aset budaya daerah. "Tentu ini harus dipertahankan, dikembangkan, ditingkatkan dan dijadikan wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat," jelasnya.

Ia menjelaskan, Khatam Al-Quran, yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Quran. "Diadakan khataman, bersama di Masjid dibimbing oleh para guru ngaji dan tokoh agama setempat," katanya.

Disusul, melakukan tradisi nganggung yang bermakna mempererat tali silaturahmi antar warga. Kegiatan tradisi selanjutnya adalah lomba telungkah. "Di mana dalam kegiatan ini, terdapat nilai kebersamaan dan juga nilai menghargai hasil laut yang sudah disediakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini bertujuan melestarikan tradisi adat budaya yang ada di Desa Pusuk," kata Ali.

Ali mengatakan, kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat melihara kebudayaan dan kearifan lokal daerah. "Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan sektor ekonomi. Sosial budaya dan pariwisata yang ada di Desa Pusuk ini pada khususnya dan di Kabupaten Bangka Barat pada umumnya," pungkasnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved