Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

128 Peserta Ikuti Pelatihan Program Kerja di BLK, Lukman: Siap Tantangan Kerja

Sebanyak 128 peserta mulai mengikuti pelatihan program kerja yang dilaksanakan BLK Disnaker Bangka Belitung.

Tayang:
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
PESERTA PELATIHAN BLK - Peserta pelatihan BLK Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bangka Belitung, Senin (3/2/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebanyak 128 peserta mulai mengikuti pelatihan program kerja yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/2).

Diketahui sebelumnya, Disnaker Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuka delapan program pelatihan, di antaranya pengoperasian mesin produksi (bubut), menjahit pakaian dasar, servis sepeda motor injeksi, desain grafis madya, teknisi handphone, perakitan komputer, barista dan produk pastry dan kue. 

Kepala UPTD BLK Disnaker Bangka Belitung, Lukman mengatakan, para peserta yang mengikuti pelatihan telah lolos seleksi serta dianggap memiliki potensi, minat dan keinginan yang lebih dalam peningkatan kualitas. "Kami tekankan untuk yang lolos seleksi tidak mengecewakan orang yang tidak lulus, karena mereka yang lulus kami anggap mereka sungguh-sungguh ikut pelatihan," ujar Lukman.

Pihaknya berharap para peserta yang lulus pelatihan, mampu bersaing di dunia kerja dengan mengandalkan keterampilan yang sudah didapatkan dari pelatihan. Terlebih untuk pelatihan ini pun akan digelar 18 hari dan 26 hari, tergantung program pelatihan yang diikuti. 

"Harapan mereka bisa membuktikan pelatihan bisa berguna bagi dirinya sendiri, harus siap dengan tantangan dunia kerja. Bersaing dengan berbagai latar belakang, seperti yang kuliah, belajar otodidak, atau yang sudah punya jam terbang tinggi. Mereka harus bersaing, karena mereka sudah mengikuti pelatihan," tuturnya.

Lukman mengungkapkan, sejumlah perusahaan juga sudah berkoordinasi dengan BLK Disnaker Bangka Belitung, guna dapat menyerap tenaga kerja hasil dari pelatihan tersebut. "Persentase penyerapan tergantung pasar kerja, kalau industri tergantung kebutuhan industri. Ada perusahaan yang menghubungi kami untuk hunting, bagaimana pelatihan kalau cocok mereka rekrut. Ada dari Acing Jaya, di pertengahan jalan mereka akan datang. BLK ini menyiapkan keterampilan sumber daya manusia, agar siap kerja," jelasnya.

Satu di antara peserta pelatihan yakni Eko Putra, mengatakan, keikutsertaannya guna menambah wawasan dan pengetahuan dalam pelatihan otomotif. "Basic kami sudah ada cuma kami biasanya hanya bengkel biasa yang kecil teknologinya belum begitu mahir, jadi kami bermaksud untuk datang ke sini untuk menambah wawasan teknologi," ungkap Eko Putra. 

Sebelumnya, sebanyak 794 orang mendaftarkan diri dalam program pelatihan yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk pendaftar paling banyak yakni pelatihan produk pastry dan kue sebanyak 165 orang, barista 150 orang, desain grafis madya 106 orang, pengoperasian mesin produksi 100 orang, teknisi handphone 90 orang, menjahit pakaian 75 orang, servis sepeda motor injeksi 61 orang dan perakitan komputer sebanyak 47 orang. 

Kepala UPTD BLK Disnaker Babel, Lukman mengatakan, pihaknya telah melakukan tahap seleksi yang digelar pada Senin (20/1). "Kemarin sudah melakukan tahap wawancara, kalau untuk pelaksanaannya akan dilakukan awal Februari 2025 ini," ujar Lukman, Selasa (21/1). 

Diketahui sebelumnya, para pendaftar telah mendaftarkan diri pada 6-17 Januari 2025, dalam program pelatihan yang diselenggarakan secara gratis. "Sumber dana dari APBN, sekarang lagi proses pendaftaran sesuai dengan jadwal.  Untuk kuota itu ada satu kelas isinya 16 orang, makanya kita seleksi. Kita lihat minat, bakat dan potensi. Lalu juga peluang usaha, jadi kawan-kawan yang sudah berada di dunia kerja biasanya kita prioritaskan agar mereka bisa upgrade skill," jelasnya.

Lukman mengatakan, dari setiap program pelatihan, untuk lama waktunya berbeda-beda tergantung petunjuk teknis dari Kementerian Tenaga Kerja. "Ada yang 18 hari, ada yang 26 hari. Kalau uang saku ada, tapi belum bisa kita publish karena dulunya orang ikut pelatihan cuma mau uang saku," ucapnya. 

Ia berharap, masyarakat dapat mengoptimalkan berbagai program pemerintah, untuk meningkatkan kemampuan yang berguna di dunia kerja. "Kita berharap kawan-kawan itu daftar itu sesuai dengan potensi diri masing-masing, bukan sekedar ikutan teman atau tren. Ingat setiap orang itu, punya potensinya masing-masing," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved