Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Selatan

Dinkes Bangka Selatan Gencar Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, resmi memulai program cek kesehatan gratis.

(Dok. Kantor Komunikasi Kepresidenan)
CEK KESEHATAN GRATIS - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai kado ulang tahun untuk masyarakat dari negara resmi dimulai pada 10 Februari 2025. Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Endang dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (7/2) di gedung Kemenkes, Jakarta, mengatakan program CKG hadir sebagai upaya preventif terhadap berbagai penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. (Dok. Kantor Komunikasi Kepresidenan) 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, resmi memulai program cek kesehatan gratis. Program tersebut telah dilakukan sejak Senin (10/2) sebagai bentuk kado ulang tahun masyarakat. Dipastikan warga yang berulang tahun pada bulan Januari dan Februari masih dapat mengikuti cek kesehatan gratis meski hari ulang tahunnya sudah lewat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa mengatakan, pemerintah memberikan toleransi waktu bagi warga untuk dapat mengikuti cek kesehatan gratis. Pasalnya, program cek kesehatan gratis tidak hanya dapat diakses oleh mereka yang berulang tahun sejak tanggal 10 Februari 2025. Melainkan pula warga yang berulang tahun pada bulan Januari 2025.

"Untuk yang ulang tahun pada bulan Januari ataupun bulan Februari 2025 yang telah lewat tanggalnya masih bisa dilayani," kata Agus Pranawa, Selasa (11/2).

Menurutnya, masyarakat yang ulang tahunnya terlewat, dapat melakukan pendaftaran dan diberikan waktu hingga bulan April 2025. Masyarakat dapat langsung melakukan pemeriksaan kesehatan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di delapan kecamatan yang ada. 

Pihaknya mengimbau masyarakat agar segera mendaftar baik melalui aplikasi satu sehat. Bagi yang tidak memiliki ponsel atau jaringan internet dapat membawa kartu tanda penduduk (KTP) ke puskesmas. Masyarakat juga harus terdaftar dalam layanan BPJS kesehatan. Dipastikan masyarakat akan langsung mendapatkan layanan tersebut. 

Tidak hanya itu, warga yang hasil pemeriksaan kesehatan mengindikasikan kebutuhan penanganan lebih kompleks, akan dirujuk ke rumah sakit. Supaya mereka mendapatkan penanganan lanjutan secara khusus. 

Apabila belum memiliki BPJS kesehatan maka akan langsung diaktifkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang telah berstatus Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta.

"Masyarakat yang belum memiliki aplikasi satu sehat disarankan untuk mengunduh. Karena banyak manfaatnya terkait kesehatan. Ada vaksinasi, konsultasi kesehatan dan juga pemeriksaan kesehatan gratis," papar Agus Pranawa.

Agus Pranawa menjelaskan, terdapat empat kategori pemeriksaan kesehatan yang akan diberikan. Misalnya pemeriksaan kesehatan untuk bayi baru lahir. Mencakup deteksi dini hormon tiroid, defisiensi enzim G6PD, penyakit jantung bawaan serta skrining untuk memantau pertumbuhan anak.  Balita dan anak prasekolah akan menjalani pemeriksaan skrining tuberkulosis, pemeriksaan pendengaran, penglihatan dan kesehatan gigi.

Jika diperlukan, juga akan dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi thalasemia dan diabetes melitus. Sementara untuk remaja dan dewasa meliputi pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol, serta gula darah. Selain itu, akan dilakukan pemantauan risiko kardiovaskular, pemeriksaan fungsi paru untuk mendeteksi tuberkulosis dan penyakit paru obstruktif kronis. Lalu, deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru dan kanker usus.

Pemeriksaan kesehatan bagi lansia mencakup evaluasi fungsi indra, seperti pendengaran dan penglihatan maupun kesehatan jiwa. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kondisi hati, penilaian geriatri untuk kesehatan lanjut usia, serta deteksi dini gangguan kardiovaskular, penyakit paru, dan kanker.

"Ada skrining menurut umur, termasuk ada juga pemeriksaan ibu hamil. Perempuan dewasa juga ada pemeriksaan kreatinin atau pemeriksaan fungsi ginjal," jelasnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved