Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Butuh Tambahan 200 Dosis Vaksin PMK 

Pangkalpinang masih bebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak seperti sapi dan kambing.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Samri, Rabu (12/2/2025), menyatakan, Pangkalpinang masih bebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak seperti sapi dan kambing. 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari vaksinasi PMK yang telah dilakukan secara masif sejak penyakit ini mulai merebak di Indonesia.

"Hingga saat ini, Kota Pangkalpinang dalam kondisi bebas PMK. Namun, kami tetap waspada dan terus melakukan pemantauan agar kasus tidak muncul kembali," kata Samri kepada Bangka Pos, Rabu (12/2).

Selain itu, pihaknya juga terus menggenjot vaksinasi PMK pada ternak.

Hingga saat ini, sebanyak 500 ekor ternak di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mendapatkan vaksin dari total target 700 ekor.    

Samri menyebutkan, vaksinasi PMK dilakukan sesuai dengan jumlah dosis yang tersedia. Saat ini, pihaknya masih membutuhkan tambahan 200 dosis vaksin PMK untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

"Kami sudah mengajukan permintaan ke pemerintah pusat agar segera mendapatkan tambahan vaksin. Jika vaksin telah tersedia, kami akan langsung melanjutkan vaksinasi untuk mencapai target 700 ekor," ujar Samri.

Sekadar diketahui, penyakit mulut dan kuku adalah infeksi virus yang menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui udara, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, peralatan peternakan, serta manusia yang berpindah dari satu peternakan ke peternakan lain.

"Gejala PMK meliputi demam tinggi, lepuh di mulut dan kaki, penurunan produksi susu pada sapi perah, serta kesulitan makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan," kata Samri.

Ia menyebut, pencegahan utama PMK adalah dengan vaksinasi rutin, biosekuriti ketat di peternakan, serta pembatasan pergerakan hewan dari daerah yang terdampak.

Selain itu, kebersihan kandang dan peralatan juga menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran virus.

Karena itu, kata Samri, pihaknya juga gencar melakukan penyuluhan dan edukasi kepada peternak dengan sistem dari pintu ke pintu atau door to door.

Tujuannya agar para peternak lebih memahami pentingnya vaksinasi serta langkah-langkah pencegahan terhadap PMK. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved