Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Tengah

Tabligh Akbar Meriahkan Tradisi Ruwah Kubur Desa Keretak

Ruwah kubur merupakan satu di antara tradisi yang masih lestari di Negeri Selawang Segantang.

Istimewa/ Kominfo Bangka Tengah
TRADISI NGANGGUNG -- Tradisi makan bersama membawa dulang dari rumah atau Nganggung sebagai bagian dari tradisi Ruwah Kubur yang dilakukan masyarakat Desa Keretak di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/2/2025). 

SUNGAISELAN, BABEL NEWS - Ruwah kubur merupakan satu di antara tradisi yang masih lestari di Negeri Selawang Segantang. Ruwah kubur selalu menjadi agenda wisata rutin tahunan di Kabupaten Bangka Tengah sebagai bentuk kearifan lokal.

Tradisi itu diisi dengan berbagai kegiatan seperti yasinan, tahlilan dan Nganggung atau makan bersama. Desa Keretak Kecamatan Sungaiselan menjadi tempat yang masih menyelenggarakan tradisi Ruwah Kubur.

Perayaan Ruwah Kubur di Desa Keretak bahkan disemarakkan dengan Tabligh Akbar di Masjid Al-Ihsan dan dihadiri langsung Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Selasa (11/2).

Algafry Rahman mengatakan, Ruwah Kubur tidak hanya sekadar wadah silaturahmi bagi masyarakat, tapi juga sebagai bentuk pengingat kematian. "Ruwah Kubur bukan hanya ritual saja, melainkan motivasi kita untuk semakin semangat beribadah. Melalui Ruwah Kubur kita silaturahmi dan diskusi antar masyarakat," kata Algafry Rahman.

Ia menjelaskan, tradisi Ruwah Kubur biasanya dilakukan ketika Bulan Syakban menjelang Bulan Ramadan. Pada saat itu, masyarakat juga akan membuka pintu rumahnya atau open house serta menyediakan makanan dan minuman kepada tamu.

Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mendukung dan berupaya agar tradisi Ruwah Kubur terus lestari sampai ke generasi selanjutnya.

Kepala Desa Keretak, Ahmad Nurihsan bersyukur perayaan Ruwah Kubur berjalan dengan lancar dan meriah. Ahmad Nurihsan turut mengundang masyarakat dari luar Desa Keretak agar ikut hadir dan berkunjung ke rumah warga yang melakukan open house.

"Alhamdulillah, tradisi Ruwah Kubur berjalan meriah. Kita mulai sejak pukul 05.30 WIB yang mana awalnya masyarakat ziarah ke kuburan mendoakan orang tua dan kerabat," katanya.

Setelah selesai ziarah kubur, masyarakat melaksanakan Nganggung bersama di masjid. Kurang lebih ada 1.000 dulang sudah dipersiapkan dalam rangka Ruwah Kubur serta tabligh Akbar yang diisi dengan tausyiah Ustaz Kemas Mahmud.

"Ini adalah tradisi, budaya dan adat turun temurun dari dulu serta mempunyai banyak manfaat. Jadi kita harapkan generasi muda semangat melestarikan," ujarnya. (w6)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved