Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

BKKBN Optimalkan Sekolah Lansia di Bangka Belitung

BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sekolah lansia.

Ist/Fazar Supriadi
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sekolah lansia. Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, Jum'at (14/2).

"Melalui sekolah lansia tentunya akan meningkatkan pemberdayaan lansia menjadi lansia produktif, terlebih saat ini sudah ada di Kabupaten/Kota Provinsi Bangka Belitung," ujar Fazar Supriadi Sentosa.

Diketahui, terdapat tujuh sekolah lansia di Provinsi Bangka Belitung. Di antaranya, enam sekolah lansia masih standar 1 (S1) dan satu sekolah lansia di Pangkalpinang yang telah standar 2 (S2).

"Untuk yang diwisuda baru satu sekolah lansia di tahun 2023 dengan jumlah lansia 20 orang di Pangkalpinang, yaitu Sekolah Lansia Hebat Mentari yang berlokasi di Rusunawa di Kecamatan Pangkalbalam," tuturnya.

Dalam pembelajaran di sekolah lansia, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, metode pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi (membelajarkan orang dewasa), menghargai perbedaan dan berorientasi pada kegiatan yang menyenangkan. 

"Materinya pun materi yang diberikan di sekolah lansia yaitu tentang tujuh dimensi lansia tangguh, seperti dimensi fisik, dimensi spritual, dimensi intelektual, dimensi emosional, dimensi sosial, dimensi lingkungan dan dimensi profesional vokasional," jelasnya.

Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, sesuai arahan dari Menteri Kemendukbangga yakni Wihaji, akan memfokuskan terkait sisi kesehatan mental para lansia.

"Penyebab gangguan mental biasanya karena para lansia seringkali merasakan kesendirian atau kekosongan. Sisi kesehatan juga cenderung mengalami penurunan, di mana misalnya saat ini mengalami sakit. Untuk menghindari kesepian, sangat penting bagi lansia memiliki teman, terutama keluarga  dan lingkungan agar lansia bisa mencurahkan pikirannya dan memiliki kegiatan yang bervariasi," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved