Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

BI Bangka Belitung Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Inspeksi mendadak dilakukan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah.

Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Bank Indonesia Bangka Belitung
PANTAU HARGA DAN STOK - Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Pagi, Kampung Melayu, Kota Pangkalpinang, menjelang Ramadan 1446 Hijriah, Kamis (27/2/2025). Dari hasil pemantauan diketahui harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya masih stabil. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pagi, Kampung Melayu, Kota Pangkalpinang, Kamis (27/2/2025).

Inspeksi mendadak dilakukan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah.

"Sidak ini dilakukan sebagai langkah pengendalian inflasi menjelang puasa Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Kami ingin memastikan harga dan stok bahan kebutuhan pokok tetap stabil agar masyarakat tidak terbebani," kata Deputi Kepala KPwBI Babel Beny Okta Tutuarima kepada awak media, Kamis (27/2/2025).

Beny menyebutkan, dari hasil sidak diketahui harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya masih stabil.

Namun, dia mengingatkan bahwa tren historis menunjukkan adanya kenaikan harga menjelang Ramadan akibat peningkatan permintaan.

"Kenaikan harga ini umumnya terjadi karena keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Jika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik," ujar Beny.

Guna mengantisipasi lonjakan harga, Beny mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja dan hanya membeli sesuai kebutuhan.

"Kami harap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan agar stok tetap terjaga dan harga tidak melonjak drastis," katanya.

Lebih lanjut, Beny menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah bekerja sama dengan daerah lain yang memiliki stok berlebih serta memastikan tidak ada praktik penimbunan oleh distributor.

"Pemantauan harga harus dilakukan secara rutin, dan jika diperlukan pasokan bisa ditambah dari daerah lain agar harga tetap stabil. Kami berharap masyarakat bisa menghadapi Ramadan dan Idulfitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga," tutur Beny. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved