Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Diduga Hendak Lakukan Aksi Tawuran, Polisi Amankan 9 Anak

Jajaran Polresta Pangkalpinang berhasil mengamankan sembilan anak di bawah umur, yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Kota Pangkalpinang.

Tayang:
Istimewa
Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Gatot Yulianto, didampingi PJU usai melakukan deklarasi pembubaran geng motor di halaman Mapolresta. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Jajaran Polresta Pangkalpinang berhasil mengamankan sembilan anak di bawah umur, yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Kota Pangkalpinang, Senin (3/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Kesembilan anak ini yaitu MYS (13), MR (15), FN (15), RA (14), FF (17), SAR (14), IA (15), MF (15), EG (16). 

"Iya anggota berhasil mengamankan sembilan orang remaja di bawah umur, di mana berawal adanya penangkapan terhadap tiga orang anak di bawah umur di daerah Stadion Depati Amir Kota Pangkalpinang," kata Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Gatot Yulianto, Selasa (4/3).

Dari hasil penangkapan terhadap tiga orang anak di bawah umur, anggota mendapatkan atau menemukan senjata tajam berupa sarung yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran. "Unit Opsnal Satreskrim Polresta Pangkalpinang pada saat mengamankan anak-anak di bawah umur ini, menemukan barang bukti senjata berupa dua buah sarung yang diduga hendak digunakan untuk aksi tawuran dan satu unit sepeda motor," ujarnya.

Kemudian, anggota melanjutkan patroli di daerah depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Pangkalpinang sekitar pukul 00.07 dini hari dan anggota berhasil mengamankan empat orang anak di bawah umur laki-laki dan ditemukan dua buah sarung.

"Tim patroli Samapta Polresta Pangkalpinang, berhasil mengamankan empat orang anak di bawah umur dan dua buah sarung serta satu unit sepeda motor dan langsung dibawa anggota ke Mapolresta Pangkalpinang," kata Gatot Yulianto.

Ia menyebutkan, anggota pun kembali mengamankan dua orang anak di bawah umur di Kelurahan Opas dan mengamankan barang bukti satu buah sarung. "Setelah kita amakan dan bawa ke Mapolresta Pangkalpinang, tujuh kita titipkan di tahanan Sat Tahti dan dua orang di ruang Satreskrim," jelasnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat, terkhusus orang tua agar tetap menjaga anak-anaknya ketika berada di luar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Saya tegaskan dan minta kepada semua masyarakat, mari jaga anak-anak kita dan jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi sekarang bulan suci Ramadan," tegasnya. (v1)

Dikembalikan ke Orang Tua
SUASANA haru dan tangisan mewarnai proses pengembalian 7 anak baru gede (ABG) kepada orang tua mereka di halaman Polres Bangka, Senin (3/3). Ketujuh anak ini meminta maaf kepada orang tua masing-masing yang duduk di kursi. Serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka yang menyusahkan orang tua.

Proses pengembalian para anak remaja ini disaksikan langsung oleh Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka dan Wakapolres Kompol Ayu Kusuma Ningrum beserta PJU dan jajaran Polres Bangka. Sebelumnya, ketujuh anak ini diamankan setelah mendapatkan laporan masyarakat bahwa akan terjadi perkelahian antar geng motor di kawasan Lingkungan Batako Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Namun setelah diamankan dan dilakukan pendalaman ternyata mereka bukan anggota geng motor hanya dua kelompok ABG yang hendak melakukan perang sarung. Hal ini dibuktikan dengan diamankan sejumlah sarung yang telah diikat lakban ujungnya yang akan digunakan saat perang sarung.

Toni Sarjaka menegaskan, kejadian tersebut bukanlah perkelahian antar geng motor melainkan perkelahian antara anak anak/pemuda yang menggunakan kain sarung. "Memang ada kejadian rencana perkelahian atau perang sarung. Namun belum sempat terjadi. Ada masayarakat yang melaporkan kemudian kesigapan personel Polsek Sungailiat dan Polres Bangka kemudian melakukan pencegahan sehingga tidak terjadinya perkelahian tersebut," kata Toni Sarjaka.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan terhadap anak-anak /pemuda tersebut, dilaksanakan deklarasi pembubaran perang sarung di wilayah Kabupaten Bangka di halaman Polres Bangka dipimpin oleh AKBP Toni Sarjaka

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini sebagai contoh bagi masyarakat lainnya sehingga perang sarung bisa kita eliminir, antisipasi dan cegah serta terhindar atau bisa tidak ada lagi di wilayah Kabupaten Bangka," tegasnya. (die)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved