Berita Bangka Selatan
Wujudkan Program Swasembada Pangan, Bangka Selatan Dapat Bantuan 150 Unit Alsintan
Ratusan unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
TOBOALI, BABEL NEWS - Ratusan unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Alsintan tersebut rencananya akan dibagikan kepada para petani yang tergabung dalam brigade pangan yang tersebar di semua wilayah. Dengan target mampu menjadikan daerah itu lumbung pangan secara 100 persen guna mendukung swasembada pangan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, guna mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pihaknya mendapatkan bantuan sebanyak 150 unit Alsintan pada tahun 2025. Alsintan tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) serta Dirjen Tanaman Pangan. Di mana seluruh Alsintan siap dibagikan dan telah terparkir rapi di halaman kantor.
"Alhamdulillah sesuai Asta Cita Presiden mewujudkan program swasembada pangan, kita dapat bantuan 150 unit Alsintan," kata Risvandika, Selasa (4/3).
Risvandika membeberkan, 150 unit Alsintan itu terdiri dari 132 unit hand traktor atau traktor roda dua, delapan unit traktor roda empat dan 10 unit combine harvester. Termasuk mekanisasi yang siap mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Menurutnya, sudah seharusnya petani tidak menggunakan pola lama atau tradisional dalam meningkatkan produktivitas. Sebagai penggantinya adalah penggunaan Alsintan modern ini. Alat-alat pertanian menjadi komitmen pemerintah mewujudkan pertanian modern. Sehingga para petani mampu bertransformasi dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern.
Tujuannya menekan biaya produksi sampai 50 persen, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) khususnya padi. Dari sebelumnya hanya IP 100 menjadi 200 dan seterusnya. Karena semakin tinggi IP maka produksi padi petani akan semakin meningkat.
"Karena Alsintan yang akan dibagikan guna meningkatkan IP dan produktivitas padi. Targetnya Kabupaten Bangka Selatan bisa memenuhi kebutuhan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," urai Risvandika.
Diakuinya, ratusan unit Alsintan tersebut akan dibagikan kepada 33 brigade pangan yang telah terbentuk. Brigade pangan adalah sebuah sistem manajerial yang terdiri dari kurang lebih 15 orang untuk mengelola lahan sawah seluas 150-200 hektare sawah. "Kita terus menggerakkan program ketahanan pangan khususnya padi. Harapannya bisa menjadi salah satu sektor pendapatan perekonomian baru," ucapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Dirinya berharap bantuan Alsintan maupun sarana dan prasarana pertanian yang akan diterima sesuai dengan kebutuhan.
Sementara untuk pendistribusian Alsintan dijadwalkan dalam waktu dekat setelah rampung kelengkapan administrasi dan petunjuk teknis dari Kementerian Pertanian. "Kita menunggu keputusan Kementerian Pertanian. Karena Alsintan akan didistribusikan secara bertahap," katanya. (u1)
Gaet Kaum Milenial Jadi Petani
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya menggaet kaum milenial untuk menjadi petani. Keterlibatan petani milenial dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Kaum milenial memiliki potensi besar untuk membawa inovasi dalam sektor pertanian terutama dalam penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengungkapkan, penguatan kelembagaan petani milenial terus dilakukan. Kebijakan ini guna meningkatkan kapasitas, produktivitas serta kontribusi petani milenial dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Targetnya ke depan Bangka Selatan bisa menjadi produsen kebutuhan pangan secara keseluruhan.
"Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengajak generasi muda agar tertarik menjadi petani milenial. Untuk menyukseskan transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern," kata Risvandika, Selasa (4/3).
Risvandika berujar petani milenial adalah petani yang berusia 19-39 tahun dan adaptif terhadap teknologi digital. Menurutnya, generasi muda harus terlibat dalam revolusi pertanian dengan menggunakan teknologi tinggi.
"Pada prinsipnya kita berupaya menggaet petani milenial. Supaya petani milenial bisa menggerakan program ketahanan pangan, khususnya padi," ujar Risvandika.
Hingga kini kata Risvandika petani milenial telah dilibatkan dalam beberapa kegiatan pertanian, yakni melalui brigade pangan yang menjadikan pengelolaan lebih terstruktur. Brigade pangan tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi turut menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda. Sinergi antara teknologi dan semangat inovasi diharapkan mampu membawa Indonesia menuju swasembada pangan berkelanjutan.
"Seperti penyediaan sarana produksi, keterlibatan petani muda dan teknologi pertanian modern, telah direncanakan dengan matang," sebut Risvandika. (u1)
| Lindungi Anak di Ruang Digital, Bangka Selatan Siap Implementasikan PP Tunas |
|
|---|
| Kapolres Bangka Selatan Pimpin Sertijab Tiga PJU, Kasi Humas dan Dua Kapolsek Berganti |
|
|---|
| Polisi dan Warga Gotong Royong Sembelih Hewan Kurban |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban, Belum Ada Temuan Penyakit |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Sesuaikan 4 Struktur OPD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250304-RATUSAN-ALSINTAN-TERPARKIR.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.