Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok, Warga Serbu Operasi Pasar Murah

Ratusan warga yang didominasi emak-emak menyerbu operasi pasar murah di Pantai Nek Aji, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (5/3) pagi.

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
OPERASI PASAR MURAH – Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi ketika mengecek pelaksanaan operasi pasar murah di Pantai Nek Aji, Toboali, Rabu (5/3/2025). Operasi pasar murah ditargetkan mampu menekan laju inflasi sepanjang hari besar keagamaan nasional (HBKN) dapat terjaga. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Ratusan warga yang didominasi emak-emak menyerbu operasi pasar murah di Pantai Nek Aji, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (5/3) pagi. Dengan beberapa lembar pecahan uang yang dipegang di tangan, mereka terlihat telah siap berburu kebutuhan bahan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut. Apalagi harga bahan pokok dijual dengan harga jauh lebih miring dibandingkan harga pasar.

Seorang ibu rumah tangga, Sustrihatin (48) mengaku datang ke lokasi setelah mendapat informasi operasi pasar murah. Dirinya bersama beberapa orang lainya bahkan rela datang lebih pagi sebelum operasi pasar dibuka. Terlebih kegiatan operasi pasar murah dekat dengan kediaman rumahnya. "Alhamdulillah sangat terbantu dengan operasi pasar murah ini," kata Sustrihatin.

Sustrihatin mengungkapkan terdapat beberapa kebutuhan bahan pokok yang dirinya beli. Misalnya beras jenis premium ukuran lima kilogram, minyak goreng dan beberapa kebutuhan dapur lainnya. "Lebih murah. Selisih harga juga membuat saya bisa membeli kebutuhan bahan pokok lain," ujar Sustrihatin.

Hal senada turut diungkapkan Mega (35) warga Kota Toboali. Ia mengaku sangat antusias mendatangi pasar murah demi mendapatkan harga bahan pokok yang lebih murah. Meski harus sedikit antre, dirinya dapat membeli dua kemasan beras premium ukuran lima kilogram yang ditebus seharga Rp140.000 per 10 kilogram. 

Pengakuannya, belakangan ini harga bahan pokok mulai meningkat di pasar terutama cabai. "Semoga operasi pasar murah bisa rutin dilakukan. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat," sebut Mega. 

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, terus berupaya mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri tahun 2025. Caranya dengan melakukan kegiatan operasi pasar murah dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Targetnya laju inflasi sepanjang hari besar keagamaan nasional (HBKN) dapat terjaga.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bank Indonesia memfasilitasi kegiatan operasi pasar murah. Gelaran operasi pasar murah itu merupakan upaya pemerintah dalam menekan tingkat inflasi. Terkhusus imbas melonjaknya harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang belakangan ini terjadi.

"Operasi pasar murah ini bertujuan untuk mengendalikan harga pangan. Sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup bagi masyarakat," kata Debby Vita Dewi.

Menurutnya, pada operasi pasar murah ini pemerintah menyediakan alokasi bahan pokok cukup banyak. Untuk beras dialokasikan sebanyak 3,6 ton yang terdiri dari 1,1 ton beras jenis premium dan 2,5 ton beras jenis medium. Lalu, gula pasir dengan total 1,1 ton, minyak goreng 1,92 ton dan tepung terigu 214 kilogram. Selain itu terdapat 150 bungkus bawang merah dengan berat 3,5 ons, 140 bungkus bawang putih kemasan 4 ons, 86 bungkus kentang kemasan 5 ons dan 68 bungkus bawang bombai kemasan 5 ons.

Kemudian, 120 bungkus cabai merah keriting seberat 1,6 ons dan 120 bungkus cabai rawit kemasan 1 ons. Dilanjutkan 66 bungkus tomat kemasan 6 ons, 60 bungkus wortel kemasan 5 ons dan 50 bungkus bawang pakistan kemasan 4 ons. 

Diakui Debby antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan kebutuhan pangan yang murah. Maka dari itu, pemerintah menggandeng lima distributor pendukung yaitu Bulog, CV SAL, CV. Menara Nusantara Pratama, Transmart dan Dayat. 

"Kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi karena mereka raodshow (Berkeliling-Red) ke kabupaten maupun kota jadi hanya satu kali," urainya.

Debby berharap harga pangan dapat tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Pemerintah Bangka Selatan melalui instansi terkait berkomitmen untuk selalu memantau dan berusaha mengendalikan harga pangan. Langkah ini agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar selama memasuki bulan Ramadan sampai menjelang hari lebaran nanti. "Kita pastikan ketersediaan bahan pokok harus ada," pungkas Debby Vita Dewi(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved