Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Bangka Belitung

Kali ini, gelombang tinggi berpeluang terjadi pada 6 Maret 2025 pukul 07.00 WIB hingga 9 Maret 2025 pukul 07.00 WIB.

Editor: suhendri
KOMPAS.com/ ROSYID ASZHAR
Ilustrasi gelombang tinggi 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi melanda perairan Kepulauan Bangka Belitung.

Kali ini, gelombang tinggi berpeluang terjadi pada 6 Maret 2025 pukul 07.00 WIB hingga 9 Maret 2025 pukul 07.00 WIB.

Prakirawan Senior BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, mengatakan, kondisi sinoptik saat ini menunjukkan pola angin di wilayah Bangka Belitung umumnya bergerak dari barat daya hingga utara dengan kecepatan berkisar 3-13 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Pulau Belitung bagian Selatan.

"Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Bangka Belitung beberapa hari terakhir masih berdampak pada kondisi maritim. Aktivitas gelombang atmosfer dan pola angin yang cukup kuat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di beberapa perairan sekitar Bangka Belitung," kata Slamet, Kamis (6/3/2025).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Bangka Belitung, antara lain, Selat Gelasa, perairan Bangka Barat bagian utara, perairan Bangka bagian utara, perairan Pulau Belitung bagian Selatan, perairan Pulau Belitung bagian timur, dan perairan Pulau Belitung bagian utara.

"Nelayan diimbau untuk tidak melaut jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang juga perlu waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter," ujar Slamet.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna menghindari risiko kecelakaan laut.

"Kami mengingatkan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Jangan memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan," tutur Slamet. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved