Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pasar Takjil Masjid Jamik Pangkalpinang Tak Seramai Dahulu Lagi

Pasar yang dahulunya menjadi salah satu pusat perburuan takjil di Pangkalpinang selama Ramadan itu, kini terlihat lengang.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
PASAR TAKJIL MASJID JAMIK - Pasar Takjil Masjid Jamik Pangkalpinang terlihat lengang, Minggu (9/3/2025). Pasar takjil ini kini tidak seramai dahulu lagi. Pedagang yang tersisa bisa dihitung dengan jari. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pasar takjil di Jalan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang, tidak seramai dahulu lagi.

  • Pasar yang dahulunya menjadi salah satu pusat perburuan takjil di Pangkalpinang selama Ramadan itu, kini terlihat lengang. Pedagang yang tersisa bisa dihitung dengan jari.  

Pantauan Bangka Pos, Minggu (9/3/2024), hanya terlihat beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar takjil tersebut.

Sebagian besar pedagang hanya menawarkan menu takjil sederhana seperti kolak, lemang, dan aneka kue tradisional.

Kondisi itu sangat kontras dibanding masa kejayaannya beberapa tahun lalu.

Ketika itu, pedagang memenuhi area di kiri dan kanan Jalan Masjid Jamik, menciptakan suasana layaknya bazar kuliner, dan selalu ramai dikunjungi pembeli.

Menurut sejarawan dan budayawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian, fenomena tersebut terjadi karena perubahan pola belanja masyarakat dan makin banyaknya pasar takjil di berbagai wilayah di Pangkalpinang. 

"Dulu, kegiatan ini difasilitasi oleh pemkot. Namun, sekarang hampir di setiap sudut kota sudah ada pasar takjil sendiri sehingga Pasar Takjil Masjid Jamik mulai kehilangan pamornya," kata Elvian kepada Bangka Pos, Minggu (9/3/2025).

Hal senada disampaikan Kurnia (36), warga Pangkalpinang. Kurnia mengaku dahulu kerap berburu penganan dan minuman untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Masjid Jamik.

Namun sekarang, dia singgah ke pasar tersebut kebetulan pas lewat saja. Hal itu karena kini sudah banyak penjual takjil di sekitar rumahnya. 

"Sekarang di dekat rumah saya juga sudah banyak yang berjualan takjil, jadi saya tidak perlu jauh-jauh ke sini (Pasar Takjil Masjid Jamik–red), nah ini pas kebetulan lewat aja. Dulu, semua menu berbuka lengkap di sini, mulai dari lemang, lauk-pauk, sampai aneka minuman, tetapi sekarang pilihannya jadi sangat terbatas," tutur Kurnia.

Meski demikian, bagi Kurnia, Pasar Takjil Masjid Jamik tetap menyimpan nostalgia.

"Harapan untuk menghidupkan kembali kemeriahan pasar ini masih ada, asalkan ada upaya kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat untuk mengembalikan daya tarik pasar ini," ujarnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved