Rabu, 22 April 2026

Kabar Belitung Timur

Audiensi Relawan Sosial Soroti Optimalisasi Penyusunan Kebijakan

Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten menerima audiensi dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Diskominfo Beltim
AUDIENSI BUPATI BELTIM - Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menerima audiensi dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada Kamis (13/3). 

MANGGAR, BABEL NEWS - Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten menerima audiensi dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada Kamis (13/3).

Dalam pertemuan ini, peran relawan sosial dalam pengelolaan data terpadu menjadi sorotan utama guna meningkatkan efektivitas program sosial di tingkat kecamatan hingga desa.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Belitung Timur M. Yulhaidir menyampaikan, audiensi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung peran PSM dan TKSK dalam menangani berbagai persoalan sosial di lapangan.

"Setiap kali ada masalah terkait kemiskinan, kekerasan perempuan, bantuan pendidikan, atau isu keluarga, PSM dan TKSK sering menjadi pihak pertama yang menerima laporan dari masyarakat," ujar Yulhaidir.

Menurutnya, data terpadu yang dikelola oleh para pekerja sosial ini menjadi instrumen utama dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

Karena itu, optimalisasi data terpadu menjadi kebutuhan mendesak agar setiap program sosial dapat berjalan lebih efektif.
Saat ini, Belitung Timur memiliki 40 PSM yang tersebar di seluruh desa, dengan satu desa rata-rata memiliki satu PSM, kecuali Desa Kampung Baru yang memiliki dua orang.

Selain itu, terdapat tujuh TKSK, masing-masing bertugas di satu kecamatan sebagai penghubung antara desa dan pemerintah daerah.

Menurut Yulhaidir, Bupati Kamarudin Muten tidak memberikan arahan spesifik, tetapi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan para relawan sosial.

Dengan keterbatasan anggaran, peran mereka semakin krusial dalam memastikan program sosial tetap berjalan optimal.

"Relawan sosial ini bekerja tanpa gaji tetap seperti honorer, tetapi tetap ada bentuk apresiasi seperti tali asih. Kami berharap sinergi ini semakin kuat agar program pemerintah berjalan sesuai harapan," kata Yulhaidir. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved