Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

DPRD Sambut Kepulangan Korban TPPO Myanmar, Didit: Secepatnya ke Bangka Belitung

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menyambut langsung kepulangan warga Babel yang menjadi korban TPPO.

Ist/DPRD Babel
KEPULANGAN KORBAN TPPO - Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menyambut langsung kepulangan warga Babel yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar, Selasa (18/3/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menyambut langsung kepulangan warga Babel yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar, Selasa (18/3). "Alhamdulillah, masyarakat Bangka Belitung yang masuk dalam kasus TPPO sudah berada di tanah air dan sudah ada di Asrama Haji Pondok Gede," ujar Didit Srigusjaya

Pihaknya memastikan para korban akan segera dipulangkan ke Bangka Belitung, dalam waktu dekat agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Pihaknya menjamin proses kepulangan, akan dilakukan secepat mungkin menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Sebagai informasi, saat ini, sebanyak 38 korban telah tiba di Jakarta, sementara kloter kedua akan tiba pukul 14.00 WIB, dan 30 orang lagi akan tiba di Asrama Haji pada pukul 17.00 WIB. "Secepatnya, akan kita terbangkan ke Babel pakai pesawat Sriwijaya Air," ucapnya.

DPRD Babel selama ini terus mendorong, upaya penyelamatan warga Babel yang terjebak kasus TPPO di Myanmar. Sejak awal kasus ini mencuat, pihak DPRD Babel aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait untuk mempercepat proses pemulangan para korban.

"Upaya panjang akhirnya membuahkan hasil, haru dan bahagia menyelimuti momen ini semoga kejadian serupa tidak terulang," tuturnya.

Kedatangan para korban di tanah air menjadi rangkaian, upaya penyelamatan yang melibatkan kerja sama multisektor. Pemerintah Provinsi Babel menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis, bagi korban untuk memastikan mereka dapat kembali beraktivitas normal. 

"Momen penyambutan ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperkuat pengawasan dan pencegahan praktik TPPO, khususnya terhadap warga yang rentan menjadi target jaringan kejahatan transnasional," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, anggaran sekitar Rp160 juta rencananya akan dipergunakan, dalam pemulangan 68 orang asal Provinsi Bangka Belitung yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya usai menggelar rapat pemulangan para korban dari Jakarta ke Provinsi Bangka Belitung.

"Anggaran menggunakan APBD sudah disiapkan sekitar Rp160 juta, termasuk biaya untuk pendampingan. Kita akan memberangkatkan pendamping dari Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja, sehingga total yang akan dibiayai sekitar 75 orang. Kemungkinan kita akan mencarter satu pesawat agar lebih efektif," ujar Didit Srigusjaya.

Didit Srigusjaya mengungkapkan para korban bersama dengan orang tuanya akan dibawa ke rumah dinas gubernur, setelah itu baru mereka dipulangkan ke rumah masing-masing. "Nantinya akan dikumpulkan dulu, lalu akan ada arahan sosialisasi dan edukasi," tuturnya.

Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Me Hoa mengatakan terdapat 15 korban perempuan yang juga menjadi bagian dari 68 orang tersebut. "Harus kita atensi bersama bahwa ada 15 perempuan yang juga masuk daftar korban TPPO ini, dan mereka adalah warga asli Bangka Belitung," tutur Me Hoa.

Pihaknya pun berharap pemerintah daerah memberikan pendampingan, secara psikolog kepada para korban khususnya perempuan. "Dengan menghadirkan psikolog perempuan yang mumpuni, untuk membantu proses pemulihan korban setelah sampai di Bangka Belitung nantinya," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved