Berita Pangkalpinang
20 Warga Babel Masih di Myanmar, DPRD Akan Koordinasi Bersama Pemerintah Pusat
DPRD akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terkait informasi adanya warga Provinsi Bangka Belitung yang masih berada di Myanmar.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terkait informasi adanya warga Provinsi Bangka Belitung yang masih berada di Myanmar.
"Kita Senin jam 10.00 WIB, rencananya diterima oleh Ibu Direktur Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," ujar Me Hoa, Minggu (23/3).
Me Hoa mengakui, pihaknya telah menerima informasi, setidaknya terdapat 20 warga Provinsi Bangka Belitung yang masih terjebak dalam sindikat scammer online. "Konsultasi khusus karena masih banyak laporan masuk tentang anak-anak Bangka Belitung, di Myanmar dan Kamboja yang terancam jiwanya," tuturnya.
Pihaknya bersama Fraksi PDI Perjuangan meminta Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja, membuka nomor hotline pengaduan dari orang tua yang tidak mendapat kabar dari anak-anaknya yang pamit kerja di luar negeri.
Pihaknya juga memastikan akan proaktif mengurus laporan orang tua, mengingat adanya informasi para pekerja migran nonprosedural tersebut mendapatkan tekanan dari sindikat scammer online.
"Ketua DPRD Didit Srigusjaya selaku penasihat fraksi terus respon cepat, lega setelah tahap satu kemarin aman lancar. Tidak gampang special mission, uang tiket Rp90 juta saja pakai kas DPD dan fraksi-fraksi, karena birokrasi kita paling cepat Senin baru bisa cair. Sedangkan manajemen tiketing itu, update per hari, sudah banyak dibantu pihak sriwijaya air, dikasih tshirt, dikasih suvenir pasmina," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, tak lelah terus mengawal nasib para pekerja migran nonprosedural, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya ungkapkan rasa syukurnya disela-sela penyambutan secara langsung di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Jumat (21/3).
"Ini rasa kemanusiaan panggilan hati nurani kita harus hadir, Alhamdulillah atas izin Allah Swt dan terima kasih kepada Kementerian Perlindungan tenaga kerja Imigran dan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan ini," ujar Didit Srigusjaya.
Didit Srigusjaya mengatakan 76 pekerja asal Provinsi Bangka Belitung ini, nekat mengadu nasib di luar negeri untuk merubah perekonomian keluarganya. "Intinya mereka tergiur dengan gaji besar, ada pasutri dan sarjana juga ada. Mereka ke sana, karena ingin memperbaiki ekonomi mereka," tuturnya.
Pihaknya mendorong, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, untuk memberikan fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi diri. "Ini menjadu pekerjaan rumah bagi Pemprov Babel ke depan, kita tidak melarang mereka kerja di luar negeri. Makanya saya minta BLK digiatkan lagi dan anak-anak ini dididik dulu, diberi keahlian sehingga mereka mendapat fasilitas yang resmi dari negara," ucapnya.
Didit mengatakan masih ada sejumlah warga Provinsi Bangka Belitung yang diduga masih berada di Myanmar. Lebih lanjut pada Senin (24/3), pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, guna menindaklanjuti informasi tersebut.
"Saya dapat video yang menyedihkan, dia WA saya. Ternyata masih banyak warga yang masih di sana. Ada masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang terlantar di sana, ini seperti gunung es ternyata banyak yang informasi saya terima yang minta tolong anaknya. Kita juga minta pemerintah kabupaten/kota, untuk juga serius dan jangan berdiam diri," ungkapnya. (riz)
| KSG Sertifikasi Mempermudah Akses Pembiayaan bagi Guru Penerima TPG |
|
|---|
| Agus Hendrayadi Pimpin DPD PA GMNI Bangka Belitung |
|
|---|
| Kunjungi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Presiden PKS Sempatkan Main Mini Soccer |
|
|---|
| Askot PSSI Kota Pangkalpinang Siapkan Seleksi Terbuka |
|
|---|
| Ali Muzakir Jabat Kursi Ketua ICF Bangka Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250323-TIBA-DI-BANDARA-Para-pekerja-Migran-non-prosedural.jpg)