Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Dorong Sektor Kelautan dan Perikanan, DKP Bangka Belitung Siapkan Dua Program Unggulan

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan dua program unggulan kelautan dan perikanan.

Tayang:
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
KADIN DKP BABEL - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka Belitung, Agus Suryadi. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan dua program unggulan kelautan dan perikanan yang masuk sebagai program prioritas daerah. Kedua program tersebut yakni program pengelolaan perikanan tangkap dan program pengelolaan perikanan budi daya. 

"Untuk sasaran peningkatan program pengelolaan perikanan tangkap, adalah meningkatnya volume produksi perikanan tangkap yaitu sebesar 245.323 ton," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung, Agus Suryadi, Jum'at (21/3).

Pihaknya mengatakan sejumlah upaya untuk mencapai sasaran ini dilakukan di antaranya, dengan melakukan rehabilitasi pembangunan tambat labuh, rehabilitasi sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, pelayanan gerai perizinan, pemberian bantuan sarpras penangkapan ikan kepada nelayan, penguatan kelembagaan Koperasi atau Kur dan penguatan penangkapan ikan terukur.  

Lebih lanjut untuk peningkatan pengelolaan perikanan budi daya dilakukan, dengan sasaran program untuk meningkatkan volume produksi perikanan budi daya sebesar 16.873 ton. "Di antaranya, peningkatan untuk budi daya laut dan payau. Pada program pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, sasaran program meningkatnya volume produksi pengolahan hasil perikanan sebesar 38.571,089 ton," jelasnya.

Sementara itu untuk mencapai sasaran program peningkatan volume pengolahan hasil perikanan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi seperti pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan.

"Ada pula melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan peningkatan Angka Konsumsi Ikan (AKI), untuk intervensi penurunan dan pencegahan stunting. Pemetaaan dan pemantauan kebutuhan bahan baku usaha pengolahan atau distribusi ikan, untuk peran pengendalian dan pencegahan inflasi dari harga ikan. Lalu juga, pengembangan sistem informasi manajemen logistik ikan," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved