Berita Bangka Barat
Pantauan Arus Mudik Idulfitri di Bangka Barat, Pelabuhan Tanjungkalian Masih Lengang
Kondisi lengang masih terasa di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (24/3) siang.
MENTOK, BABEL NEWS - Kondisi lengang masih terasa di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (24/3) siang. Di loket pejalan kaki dan tempat parkiran kendaraan roda dua dan empat tidak terlihat antrean berarti.
Di pintu kedatangan penumpang terlihat ramai ratusan mahasiswa yang berpakaian serba putih. Mereka ini merupakan peserta mudik gratis dari PT Timah. Satu di antaranya, M Gandhi Albawi, mahasiswa asal Desa Zed, Kabupaten Bangka.
Ia memanfaatkan mudik gratis agar bisa berlebaran dengan orang tuanya di kampung. Menurutnya, telah empat tahun dirinya merantau menjadi mahasiswa di Universitas PGRI Palembang.
"Saya sekolah di Universitas PGRI Palembang jurusan olahraga, ikut program pemerintah dari PT Timah, kita bisa merasakan keasyikan bersama kawan-kawan dari anak rantau, merantau ke Babel," kata Ghandi.
Ia mengatakan, momentum mudik gratis ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh kalangan mahasiswa. Sehingga dapat merayakan lebaran bersama keluarga. "Merantau sudah empat tahun, baru balik tahun ini, kalau setiap tahun balik, biasanya untuk libur semester. Harapanya ke depan, bisa lagi memantau, dari kota manapun, anak rantau ini bisa pulang acara lebaran dan acara apapun, membantu kami sebagai mahasiswa," katanya.
Kepala Bidang Perhubungan Disperkimhub Kabupaten Bangka Barat, Juswardi membenarkan, saat ini memang ada sejumlah pemudik gratis yang datang melalui Pelabuhan Tanjungkalian Mentok. "Kalau mudik gratis itu, ada yang melalui pelabuhan Tanjungkalian Mentok, tentunya menambah jumlah pemudik yang datang saat lebaran ini," kata Juswardi.
Untuk kesiapan menyambut para pemudik, pihaknya telah membangun sejumlah posko di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok. "Kita mulai buka posko tanggal 24 Maret ini, sampai 8 April 2025. Hari ini, berdasarkan pantauan kami dari pagi masih lengang. Kondisi atau mobil yang parkir di buffer zone masih sedikit 5-6 truk dan di dalam pelabuhan juga tidak padat," katanya.
Ia menjelaskan, kepadatan sempat terjadi pada akhir pekan lalu. Bahkan ASDP juga menambah trip kapal fery tujuan Tanjungkalian-Tanjung Api Api. "Kepadatannya tidak stabil setiap hari, artinya tidak setiap hari. Satu minggu full, tidak terlalu membludak. Tidak seperti dua tahun sebelumnya yang antreannya panjang," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, telah menyiapkan sejumlah skema dan mekanisme persiapan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri. Diprediksi arus mudik mulai ramai pada 27,28, dan 29 Maret dan arus balik 5-7 April 2025.
Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, menjadi lokasi yang selalu ramai setiap tahunnya, digunakan pemudik menyeberang ke Sumatera Selatan, melalui Pelabuhan Tanjungkalian-Tanjung Api Api.
Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Disperkimhub Kabupaten Bangka Barat, Juswardi mengakui, persiapan pemerintah menyambut mudik lebaran sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya tidak banyak perubahan kita melakukan komunikasi dengan ASDP, Dishub Provinsi Babel dan forkopimda Babar terkait kerjasama persiapan arus mudik ini," kata Juswardi. (riu)
| Anak Buruh Harian Jadi Duta GenRe Bangka Barat |
|
|---|
| Personel Polres Bangka Barat Harus Siaga Berikan Pelayanan |
|
|---|
| DPRD Minta Pemkab Bangka Barat Cari Sumber Pajak Baru |
|
|---|
| Dampak Fenomena El Nino di Bangka Barat, Polisi Deteksi 45 Titik Potensi Karhutla |
|
|---|
| Personel Polres Bangka Barat Dapat Pembinaan Rohani dan Mental |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Mudik-di-Pelabuhan-Tanjung-Kalian.jpg)