Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Selatan

Satgas Swasembada Pangan Akselerasi Tanam Padi di Bangka Selatan

Satgas Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melakukan akselerasi percepatan tanam padi di Kabupaten Bangka Selatan.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
MENANAM PAGI – Satgas Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ketika melakukan penanaman padi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan,Selasa (15/4/2025) untuk mewujudkan program swasembada pangan. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melakukan akselerasi percepatan tanam padi di Kabupaten Bangka Selatan. Adanya akselerasi percepaatan tanam ditargetkan luas tambah tanam (LTT) bulan April 2025 dapat tercapai. Terutama agar dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) menuju IP 300 dalam setahun.

Koordinator Pelaksana Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigadir Jenderal TNI Arif Hendro Djatmiko mengatakan, pihaknya kini tengah mengejar target LTT padi untuk bisa memenuhi kebutuhan Swasembada pangan tahun 2025 ini. Pasalnya, Kabupaten Bangka Selatan menjadi sentra pertanian yang paling luas yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sehingga semua pihak bersama-sama mengejar target swasembada pangan agar dapat lebih maksimal.

"Ini merupakan program kerja nyata yang terus ditingkatkan guna mencapai swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Arif Hendro Djatmiko, Selasa (15/4).

Arif Hendro Djatmiko mengungkapkan, LTT yang dikejar di Kabupaten Bangka Selatan mencapai 1.800 hektare. LTT tersebut berkaitan dengan alokasi anggaran optimalisasi lahan (Oplah) pada tahun 2024. Ditargetkan pada tahun 2025 dapat dimaksimalkan LTT menjadi IP 200 dan dapat dikembangkan hingga menjadi IP 300. IP merupakan cara untuk meningkatkan produksi padi tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru.

"Guna menyukseskan hal ini pemerintah pusat turun ke daerah untuk mengawal program swasembada pangan yang ada di wilayah Bangka Belitung. Pemerintah pusat sudah memberikan dukungan secara maksimal," ujar Arif Hendro Djatmiko.

Di sisi lain sambung dia, Kementerian Pertanian telah membentuk brigade pangan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan. Melalui penerapan teknologi modern, pemberdayaan generasi muda serta pengelolaan lahan yang lebih optimal. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk petani, pemerintah daerah bahkan TNI, untuk mengelola lahan pertanian secara terstruktur dan efisien. 

"Kita turun tangan langsung membantu gabungan kelompok tani, kelompok tani dan brigade pangan. Sehingga kita bersama-sama bisa melakukan evaluasi program yang saat ini belum optimal," ucapnya.

Penjabat (Pj) Satgas Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Thamrin menyebut program percepatan tanam merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden kepada Satgas. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diberikan target 12.205 hektare lahan untuk oplah dan harus dimaksimalkan dengan IP 300. Khusus di Kabupaten Bangka Selatan lahan seluas 600 hektare menjadi target oplah dan 13.000 hektare lainnya menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

"Kabupaten Bangka Selatan merupakan sentra produksi padi bahkan 70 persen area persawahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada di sini," sebut M. Thamrin. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved