Berita Bangka Selatan
50 Hektare Tanaman Padi Rusak Diterpa Angin Kencang
Puluhan hektare tanaman padi milik petani di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kerusakan.
AIRGEGAS, BABEL NEWS - Puluhan hektare tanaman padi milik petani di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kerusakan. Rusaknya tanaman padi tersebut dikarenakan bencana hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah itu pada Senin (21/4). Akibatnya petani mengalami kerugian cukup besar lantaran tanaman padi yang roboh tersebut sudah berumur sekitar 85-90 hari dan siap untuk dipanen.
Kepala Desa Pergam, Sukardi mengatakan, angin kencang yang melanda wilayahnya tersebut menyebabkan tanaman padi yang sudah siap panen tumbang. Kerusakan tersebut terjadi di area yang cukup luas, yaitu puluhan hektare lahan pertanian. Kondisi ini tentu saja sangat merugikan para petani karena mereka kehilangan hasil panen yang sudah mereka rawat selama beberapa bulan terakhir.
"Kurang lebih ada 50 hektare lahan sawah siap panen yang terkena dampak angin kencang. Saat ini tidak bisa dipanen," kata Sukardi, Rabu (23/4).
Sukardi memaparkan padi yang tumbang tersebut sudah berumur sekitar 85-90 hari. Artinya, padi-padi tersebut sudah mendekati masa panen. Namun, akibat angin kencang padi tersebut tidak bisa lagi dipanen dengan hasil yang optimal. Beberapa petani bahkan ada yang mulai memanen padi yang roboh lebih awal untuk mengurangi kerugian lebih besar.
Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk menyelamatkan padi mereka yang roboh. Mulai dari membuat parit pembuangan udara di tengah-tengah tanaman padi, hingga membuat penyangga. Akan tetapi, hal tersebut sia-sia, tetap saja padi roboh diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.
"Karena tanaman padi langsung tumbang ke air, jadi berat dan membuat kadar air semakin tinggi. Di samping padi yang sudah masak, ada juga padi yang baru buntung, susah untuk diperbaiki," jelas Sukardi.
Lebih jauh ungkapnya, kerugian yang ditimbulkan dari kejadian tersebut diperkirakan cukup besar. Baik secara ekonomi maupun sosial bagi para petani di Desa Pergam. Kondisi ini disebut membuat petani memilih untuk panen lebih awal. Meskipun buah padi masih sangat hijau dan belum waktunya panen.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi angin puting beliung, terutama saat musim pancaroba. Kondisi ini membuat produksi gabah sangat berkurang pada panen tahun ini. Dengan cuaca pancaroba seperti ini diprediksi hasil gabah kering panen petani akan anjlok. "Bukan gagal panen, tetapi lebih kurang maksimal untuk hasil panen padi awal tahun ini," ucapnya.
Pihaknya turut meminta tambahan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada pemerintah daerah. Terutama untuk penambahan mesin combine harvester atau mesin panen padi multifungsi. Karena keberadaan dua unit combine harvester diklaim masih kurang untuk mempercepat masa panen padi petani.
"Harapannya ada tambahan combine, sebelum banyak padi yang tumbang. Karena panen padi sudah dimulai Sabtu (19/4)," ujar Sukardi. (u1)
| Tiga Perempuan Rentan Terima Bantuan Atensi Rp12 Juta |
|
|---|
| Hari Keenam Pencarian Warga Diduga Diserang Buaya, Basarnas Kerahkan Drone Thermal |
|
|---|
| Jaga Stabilitas Fiskal Daerah, TPP ASN Bangka Selatan Dipotong 30 Persen |
|
|---|
| DLH Batasi Penggunaan Kantong Sekali Pakai |
|
|---|
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Tanaman-Padi-Petani-Pergam-Rusak.jpg)