Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Gubernur Tinjau Kondisi Pelabuhan Pangkalbalam, Hidayat Arsani Siapkan Dua Solusi

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani memastikan, memiliki dua solusi terkait kondisi pendangkalan di jalur Pelabuhan Pangkalbalam.

Tayang:
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
SURVEI ALUR PELABUHAN -- Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani mensurvei langsung alur Pelabuhan Pangkalbalam, Rabu (30/4/2025). Dalam kegiatan tersebut, Hidayat memiliki dua solusi terkait kondisi pendangkalan akibat sedimentasi di jalur Pelabuhan Pangkalbalam. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani memastikan, memiliki dua solusi terkait kondisi pendangkalan akibat sedimentasi di jalur Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. Hal ini diungkapkannya usai dirinya bersama Forkopimda Bangka Belitung mengecek secara langsung alur muara dengan menggunakan speed boat, Rabu (30/4).

"Solusi pertama, yakni upaya pengerukan dengan menggandeng PT Timah. Biaya pengerukan satu tahun Rp1 triliun, maka saya bersama jajaran mengajak aparat terkait melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana paling air surut," ujar Hidayat Arsani.

Kemudian, solusi kedua yakni pemindahan pelabuhan barang dan penumpang, dari Pelabuhan Pangkalbalam ke pelabuhan di Belinyu, Kabupaten Bangka dan Sadai Bangka Selatan. "Untuk solusinya kita memikirkan Pelabuhan Sadai dan Belinyu apabila ini tidak bisa dilaksanakan ternyata, mohon maaf pelabuhan-pelabuhan ini Pelabuhan Pangkalbalam hanya untuk nelayan, atau kapal kecil yang bawa batubara, bawa batubara pun berisiko," tuturnya.

Untuk wacana pengerukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Timah untuk dilakukan aktivitas pengerukan di alur dengan dikeluarkan izin usaha pertambangan (IUP), dengan target timah didapatkan dan pasir dijual dengan mengedepankan aturan hukum.

"Target memindahkan pelabuhan secepat mungkin, maka saya undang PT Timah alur ini, maka PT Timah bagaimana semua kapal isap untuk mengantisipasi emergency, karena Rp1 triliun untuk pengerukan kita tidak punya, APBN kita tidak ada jadi satu-satunya jalan kapal isap itu minta bantuan untuk ke sini supaya ada pengerukan," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved