Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Ekonomi Babel Tumbuh 4,6 Persen, Toto: Pertambangan Mulai Bangkit

Perekonomian Bangka Belitung tumbuh dengan baik pada triwulan I-2025. Hal ini tidak lepas dari kinerja positif yang ditunjukkan sejumlah sektor.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS  —  Perekonomian Bangka Belitung tumbuh dengan baik pada triwulan I-2025.

Hal ini tidak lepas dari kinerja positif yang ditunjukkan sejumlah sektor, di antaranya pertambangan dan industri.            
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel mencatat, pertumbuhan ekonomi Negeri Serumpun Sebalai pada triwulan I-2025 sebesar 4,6 persen.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang jauh membaik dibandingkan triwulan I-2024 yang hanya 1,01 persen.

“Ini awal baru, ekonomi kita tumbuh dengan baik. Kita ketahui bahwa pada triwulan I-2024, pertambangan pada Januari-Februari tidak ada ekspor dan di Januari 2025 mulai bangkit,” kata Kepala BPS Provinsi Babel, Toto Haryanto Silitonga, kepada Bangka Pos usai kegiatan rilis Berita Resmi Statistik, Senin (5/5/2025).

Toto menuturkan, pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan I-2025 banyak ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas, serta industri pengolahan yang secara total berkontribusi sekitar 40 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Sementara itu, sektor industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta perdagangan besar dan eceran menjadi penopang utama ekonomi Babel lainnya, dengan kontribusi gabungan sebesar 60 persen.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 12,22 persen, kemudian disusul industri pengolahan, dan pertanian. Dari sini kita bisa melihat bahan baku kita dari pengolahan seperti tambang dan pertanian ini memberi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi,” tutur Toto.

Terkontraksi 3,87 persen

Kendati demikian, secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Babel mengalami kontraksi sebesar 3,87 persen.

Kontraksi ini terjadi akibat melambatnya sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, serta pertambangan dan penggalian, menyusul pola tahunan yang mana kegiatan konstruksi dan distribusi biasanya lebih tinggi di akhir tahun.

“Kita tahu di triwulan IV kegiatan konstruksi sedang tinggi karena serapan anggaran menjelang akhir tahun, sementara di triwulan I biasanya masih menunggu proses lelang. Begitu juga sektor perdagangan, di akhir tahun stok habis, dan awal tahun belum ada pergerakan signifikan,” ujar Toto.

Namun, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Babel ke depan tetap menunjukkan tren positif jika pemerintah konsisten mendukung tata kelola sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, dan perdagangan.

“Dengan tata kelola yang tepat dan dukungan kebijakan yang lebih stimulatif, ekonomi Babel berpotensi tumbuh lebih kuat di masa mendatang,” tuturnya. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved