Senin, 8 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Inflasi Bulanan Babel 0,77 Persen, Sawi Hijau dan Ikan Selar Jadi Penyumbang Utama

Komoditas sayuran seperti sawi hijau dan ikan selar menjadi penyumbang utama inflasi bulanan di Bangka Belitung pada April 2025.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Sela Agustika
BERITA RESMI STATISTIK - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan rilis Berita Resmi Statistik bersama pemangku kepentingan terkait, Jumat (2/5/2025), di aula BPS Babel. Badan Pusat Statistik Provinsi Babel mencatat, inflasi di Negeri Serumpun Sebalai pada April 2025 sebesar 0,77 persen secara bulanan. Angka itu lebih rendah daripada bulan sebelumnya yang mencapai 1,83 persen. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS — Komoditas sayuran seperti sawi hijau dan ikan selar menjadi penyumbang utama inflasi bulanan di Bangka Belitung pada April 2025.

Hal tersebut terjadi karena konsumsi sawi hijau dan ikan selar meningkat sehingga terjadi kenaikan harga. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel mencatat, inflasi di Negeri Serumpun Sebalai pada April 2025 sebesar 0,77 persen secara bulanan.

Angka itu lebih rendah daripada bulan sebelumnya yang mencapai 1,83 persen.

Inflasi bulanan April 2025 tersebut terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas sayuran seperti sawi hijau dan ikan selar.

Kenaikan konsumsi kedua jenis bahan makanan ini terjadi seiring dengan perayaan cengbeng.

“Kalau kita perhatikan, sawi hijau dan ikan selar ini memang jadi konsumsi utama masyarakat, terutama pada cengbeng kemarin permintaan sayur hijau meningkat. Dan ikan selar, khususnya, punya penimbang besar dalam survei biaya hidup. Tetapi memang pasokannya berkurang sehingga terjadi peningkatan harga karena banyak nelayan belum kembali melaut,” kata Kepala BPS Babel, Toto Haryanto Silitonga, Jumat (2/5/2025).

Toto menilai kondisi inflasi tersebut sebagai sinyal positif terhadap geliat ekonomi masyarakat.

“Inflasi bulan ini cenderung melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Artinya, pengendalian harga barang secara umum mulai membaik dan tertekan, dan kondisi inflasi kita saat ini masih terjaga” ujarnya.

Toto pun mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan ke depan, terutama untuk kebutuhan pokok yang sangat sensitif terhadap gejolak harga.

Menurut dia, pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Kuncinya memang stok. Kita punya distribusi yang baik, terjaga dan tidak kalah penting harga-harga bisa harus dikendalikan,” tuturnya.

Pangkalpinang tertinggi

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Babel pada April 2025 tercatat sebesar 1,37 persen.

Beberapa komoditas yang memberi andil terhadap inflasi tahunan ini, antara lain, emas perhiasan, sigaret kretek, dan minyak goreng.

Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 1,67 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 106,81.

Adapun inflasi y-on-y terendah terjadi di Tanjungpandan, yakni sebesar 0,23 persen dengan IHK 106,75. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved