Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Desak Pemda Akselerasi PAD di Bangka Selatan, DPRD Minta Optimalisasi Tiga Sektor

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan menggelar rapat gabungan lintas komisi dan sejumlah perangkat daerah.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
RAPAT GABUNGAN -- Jajaran komisi I, II dan III DPRD Kabupaten Bangka Selatan ketika menggelar rapat gabungan bersama perangkat daerah di DPRD setempat, Selasa (6/5/2025). Rapat dilakukan untuk mendongkrak PAD di tengah efisiensi anggaran. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan menggelar rapat gabungan lintas komisi dan sejumlah perangkat daerah, Selasa (6/5). Rapat tersebut berjalan secara tertutup dan berlangsung selama hampir dua jam setengah. Dimulai pukul 14.29 WIB dan berakhir pada 16.56 WIB. Alotnya pembahasan tersebut membuat sejumlah anggota DPRD terlihat keluar masuk ruangan rapat.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Kamarudin mengatakan, rapat gabungan lintas komisi dengan eksekutif dilakukan untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Karena di tengah kondisi efisiensi anggaran, eksekutif dan legislatif harus mencari upaya menstabilkan keuangan daerah. 

Oleh karena itu, DPRD menargetkan PAD pada tahun 2025 dapat terealisasi secara 100 persen "Rapat gabungan ini merupakan upaya mengakselerasi penyerapan PAD," kata Kamarudin, Selasa (6/5).

Menurutnya, rapat gabungan merupakan fungsi budgeting atau anggaran DPRD. Terutama menjadi alat kebijakan fiskal untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

DPRD juga memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta pemerintahan. Melalui pengawasan dan pengendalian penggunaan anggaran yang efektif. 

Melalui fungsi budgeting, DPRD dapat memastikan APBD disusun secara efisien dan efektif. Dampaknya sumber-sumber PAD dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Dengan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan anggaran, DPRD dapat mencegah kebocoran keuangan daerah. Sehingga dapat memastikan dana PAD digunakan untuk pembangunan yang berkelanjutan. 

"Pada triwulan pertama tahun 2025 ini untuk perbaikan PAD. Kira-kira apa yang menjadi target PAD yang belum selesai, kita upayakan mereka supaya bisa bergerak mendongkrak PAD," jelas Kamarudin.

Adapun realisasi PAD pada tahun 2025 lanjut dia ditargetkan kurang lebih mencapai Rp100 miliar. Dari target tersebut baru terealisasi sebesar 21 persen atau kurang lebih mencapai Rp21 miliar. 

Oleh sebab itu, DPRD memberikan atensi kepada eksekutif untuk melakukan akselerasi sektor PAD yang belum optimal. Legislatif memberikan pekerjaan rumah sekaligus menekankan kepada tiga sektor.

Misalnya, perizinan 48 Base Transceiver Station atau tower BTS di beberapa wilayah yang belum diketahui legalitasnya. Lalu, pendapatan dari sektor parkir yang sistem penerimaan retribusi yang perlu diperbaiki. 

Terakhir yakni pajak sarang burung walet dengan potensi cukup tinggi. Di mana sektor pajak sarang burung walet belum optimal dan masih tinggi akan kebocoran. "Pajak burung walet baru tergarap 10 persen. Parkir Alhamdulillah sudah 40 persen, tetapi teknis penerimaan parkirnya perlu diperbaiki," jelasnya.

Kamarudin optimistis apabila beberapa sektor tersebut mampu tergali maksimal PAD dapat melonjak cukup signifikan. Apalagi di tengah kondisi efisiensi dan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat pemerintah daerah harus bisa menggali sektor pendapatan baru. Oleh karenanya evaluasi akan terus dilakukan dalam mendongkrak pendapatan.

"Kita tetap evaluasi per triwulan. Kita semangat membantu Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendongkrak PAD," pungkas Kamarudin(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved