Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Dinkes Pangkalpinang Catat 158 kasus DBD, 2 Orang Meninggal

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat, hingga akhir Maret 2025 terdapat 158 kasus DBD dengan jumlah kematian dua orang.

Tayang:
Editor: suhendri
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Demam berdarah dengue (DBD) telah merenggut dua jiwa dalam kurun waktu Januari-Maret 2025 di Kota Pangkalpinang.

Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap memperkuat upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.        

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat, hingga akhir Maret 2025 terdapat 158 kasus DBD dengan jumlah kematian dua orang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh puskesmas di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kasus tertinggi terjadi pada Januari dengan 56 kasus, disusul Februari sebanyak 54 kasus, dan Maret sebanyak 48 kasus. 

Dari sembilan puskesmas yang ada di Pangkalpinang, Puskesmas Selindung mencatatkan jumlah tertinggi, yakni 46 kasus.

Adapun dua kasus kematian terdapat di wilayah kerja Puskesmas Melintang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Tri Wahyuni menegaskan, pihaknya terus memantau dan mengantisipasi lonjakan kasus DBD yang masih berpotensi terjadi, mengingat perubahan iklim dan musim hujan yang masih berlangsung.

Meski belum ditemukan kasus baru di bulan April hingga Desember, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan memperkuat upaya pencegahan. 

"Kami terus mengimbau warga untuk rutin melakukan 3M plus, menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion antinyamuk dan kelambu," kata Tri kepada Bangka Pos, Rabu (7/5/2025).

“Selain itu, kegiatan fogging dan penyuluhan kesehatan masih digencarkan oleh tim dari puskesmas dan kader kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang juga mengajak pihak RT/RW dan kelurahan terlibat aktif dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berbasis masyarakat.

"Kami minta partisipasi aktif warga. DBD bukan hanya tanggung jawab dinkes, tetapi seluruh elemen masyarakat. Sekali terkena, risikonya bisa sangat fatal," tutur Tri.

Lebih lanjut, dia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Jika muncul gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta munculnya bintik merah di kulit, perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved