Kamis, 23 April 2026

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Memasuki Musim Pancaroba, Ari Primajaya: Hati-hati Beraktivitas

BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas memasuki masa musim pancaroba.

bangkapos.com/ Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi -- cuaca hujan di Kota Pangkalpinang, Selasa (4/3/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas memasuki masa musim pancaroba. Hal ini diungkapkan Plt Kepala BPBD Bangka Belitung, Ari Primajaya, Rabu (21/5).

"Informasi saat ini dari kawan-kawan BMKG bahwa kondisi di awal Juni nanti, kita akan memasuki musim kemarau. Kekeringan ini takutnya terjadi kebakaran, jadi imbauan kami kepada masyarakat hati-hati dalam kondisi panas ini. Hati-hati membuang puntung rokok, membakar sampah yang bisa memicu kebakaran," ujar Ari Primajaya.

Ari Primajaya memastikan, akan mengerahkan seluruh personel BPBD Bangka Belitung untuk selalu bersiaga dan tanggap darurat mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. "Kalau musim kemarau BPBD sudah menyiapkan seperti biasa, membantu masyarakat di titik-titik kekeringan. Sebanyak 70 personel kita sudah siap dan kabupaten kota juga mempunyai unit reaksi cepatnya masing-masing, apabila terjadi bencana kami selalu berkoordinasi untuk menanggulangi bencana tersebut," jelasnya.

Sementara itu meskipun cuaca saat ini cenderung panas, pihaknya juga berharap masyarakat tak lengah khususnya bila terjadi hujan. "Saat ini masih ada beberapa daerah diguyur hujan seperti di Pangkalpinang, dan ini disertai petir dan guntur. Walaupun kondisi sudah beralih ke pancaroba, masyarakat harus antisipasi juga dengan kondisi hujan tersebut karena bisa membahayakan setiap orang," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda wilayah Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh terbentuknya daerah konvergensi akibat adanya sirkulasi di sekitar Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat Pulau Sumatra. Daerah konvergensi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Demikian disampaikan Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Fatikasari, Rabu (14/5). "Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah," kata Annisa.

Dia menambahkan, cuaca ekstrem tersebut masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari.

Lebih lanjut, Annisa menjelaskan, saat ini wilayah Bangka Belitung, termasuk Kota Pangkalpinang, masih berada dalam masa peralihan musim dari hujan ke kemarau atau pancaroba. Peralihan musim ini ditandai dengan kondisi cuaca yang fluktuatif dan kerap berubah secara tiba-tiba. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved