Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Dinas PUPR Bangka Barat Terdampak Pemotongan DAU Rp19 M

Dinas PUPR Bangka Barat memastikan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak terhadap kucuran Dana Alokasi Umum Specific Grand.

Tayang:
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Novianto. 

MENTOK, BABEL NEWS - Dinas PUPR Bangka Barat memastikan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak terhadap kucuran Dana Alokasi Umum Specific Grand ( DAU SG) yang diterima pemerintah daerah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Bangka Barat Novianto, Rabu (21/5).

Diakui Novianto, sebelumnya DAU SG pusat diterima dengan utuh. Namun, kini sudah dipilah-pilih dan dibagi-bagi per organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, Dinas PUPR terkena dampak pemotongan sebanyak Rp19 miliar. "Misalnya Dinas Kesehatan dapat sekian Dinas Pendidikan sekian. Nah yang infrastruktur PU itu dikurangi totalnya," kata Novianto.

Pihaknya pun mengakui, harus memilah dan memilih kegiatan-kegiatan skala prioritas untuk dilaksanakan. Sebab, dengan pertimbangan efisien anggaran, maka seluruh kegiatan di bidang-bidang lain tidak akan tercakup. 

"Karena kalau kita bicara idealnya itu banyak infrastruktur baik jalan, bidang bina marga, bidang pengairan bidang cipta karya dan bidang-bidang lainnya semuanya memang butuh. Tetapi dengan adanya kebijakan itu kami menerapkan skala prioritas, menyangkut anggaran juga," jelasnya.

Menurutnya, dari anggaran yang ada, pihaknya akan memilih kegiatan dengan melihat secara urgensi memang harus ditangani. Contohnya, akses jalan yang rusak harus diperbaiki agar bisa digunakan masyarakat. "Jangan sampai misalnya akses jalan masyarakat tidak bisa dilewati," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk kegiatan di PUPR dengan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), bisa dilaksanakan. Tetapi untuk kegiatan yang bersumber dari APBD, maka pihaknya harus hitung-hitung dahulu, mana prioritas akan diutamakan. 

"Ke depan, kami lebih cenderung melakukan perencanaan-perencanaan bertujuan mengusulkan kegiatan-kegiatan yang ada anggaran pemerintah pusat. Karena kalau anggaran fisik yang ada di daerah saya kira sulit dan terbatas," ungkapnya. 

Novianto berharap, bupati terpilih apabila sudah dilantik bisa segera menyelaraskan jalannya roda pemerintahan. Sebab sedikit banyak pihaknya tentu akan melaksanakan kegiatan-kegiatan dari program visi dan misi bupati terpilih. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved