Berita Bangka
Jantani Ali Merasa Prihatin Masih Terjadi Kasus Stunting di Kabupaten Bangka
Penjabat Bupati Bangka, Jantani Ali mengaku miris dan prihatin melihat kondisi di wilayah Kabupaten Bangka yang masih terjadi kasus anak stunting.
SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Penjabat Bupati Bangka, Jantani Ali mengaku miris dan prihatin melihat kondisi di wilayah Kabupaten Bangka yang masih terjadi kasus anak stunting. Hal ini disampaikan oleh Jantani Ali usai memimpin rapat koordinasi percepatan penurunan stunting Kabupaten Bangka di Ruang Parai Tenggiri Kantor Bupati Bangka, Selasa (3/6).
"Waktu peninjauan ke salah satu desa lokasi stunting saya gendong anak stunting sangat ringan tubuhnya, ibunya juga terlihat kekurangan gizi. Ini sangat miris dan memperlihatkan karena Kabupaten Bangka ini daerah yang kaya sumber daya alam," kata Jantani Ali
Jantani Ali mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam sangat ironi juga masih ada anak-anak stunting. "Bangka punya timah, perkebunan, kaya hasil laut di mana komposisi jumlah penduduk kita yang sedikit ini menurut saya itu suatu yang sangat ironi. Jadi nanti harus kita fokus agar Kabupaten Bangka lepas dari stunting. Sebab ini masalah kelangsungan bangsa dan negara nanti kita akan rumuskan penanganan cepatnya. Saya melihat permasalahan awal minimnya pengetahuan masyarakat soal penyebab dan akibat stunting," tegasnya.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Bangka, Lia Anggraini mengatakan, berdasarkan data terbaru ada 259 kasus anak stunting di Kabupaten Bangka. Di mana ada 5 desa lokus stunting yang semuanya ada di wilayah Kecamatan Mendo Barat.
Ia berharap, dari rapat ini akan dihasilkan formula terbaik sehingga penanganan stunting cepat dan terselesaikan. Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi untuk mencapai percepatan penurunan stunting.
Dari sisi intervensi seperti diketahui penanganan stunting secara garis besar telah dilaksanakan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang terfokus pada seribu hari pertama kelahiran melalui lintas program dan lintas sektoral.
"Percepatan penurunan stunting tidak bisa dikerjakan hanya oleh Pemkab Bangka saja. Namun semua instansi harus terlibat. Termasuk bantuan dari mitra Pemkab Bangka karena seperti diketahui dengan penekanan efisiensi upaya penangan stunting semakin berat," kata Lia Anggraini.
Sebelumnya diberitakan, Penjabat Bupati Bangka, Jantani Ali memimpin kegiatan kampanye cegah stunting di Lapangan Bola Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Jumat (16/5). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka ini, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting pada anak-anak.
Jantani Ali mengatakan, kampanye ini bertujuan untuk memberikan informasi, edukasi, dan motivasi kepada masyarakat agar dapat mengambil langkah-langkah preventif dalam mencegah stunting.
"Pencegahan stunting ini bisa dilaksanakan melalui banyak stakeholder seperti PKK, Kemenag, para pelaku UMKM, bahkan guru. Salah satu penyebab melahirkan anak stunting itu adalah pernikahan dini, kita dari pemerintah juga akan meminta dari Departemen Agama untuk mengkampanyekan cegah stunting ini agar tidak ada lagi pernikahan di usia dini," kata Jantani Ali.
Dirinya meminta kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka turut berperan dalam mencegah stunting ini dengan mengkampanyekan makanan sehat. Menurutnya, makanan sederhana yang tinggi gizi salah satunya adalah umbi-umbian yang bisa didapatkan di desa-desa.
Ia juga menambahkan, peran dan upaya mencegah stunting ini juga berlaku kepada instansi terkait lainnya. "Stunting ini permasalahannya adalah ketidaktahuan masyarakat penyebabnya. Maka saya minta semua stakeholder harus berperan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana pola makan yang baik dan sehat serta menghindari makanan olahan yang tinggi micin," kata Jantani Ali. (die)
| Kades se-Kabupaten Bangka Dapat Ilmu Sistem Keuangan Desa |
|
|---|
| Deteksi Dini Potensi Penyakit, Ketua TP PKK Bangka Tengah Ajak Perempuan Aktif Skrining Kesehatan |
|
|---|
| Ratusan Siswa SD Berlomba di FLS3N Kecamatan Koba |
|
|---|
| Polres Bangka Barat Bina Siswa lewat Program GEBER |
|
|---|
| Satlantas Tekan Angka Kecelakaan di Bangka Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250603-KASUS-STUNTING-DI-KABUPATEN-BANGKA.jpg)