Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Minta Desa Segera Manfaatkan Program Bantuan Bibit Kelapa Sawit

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan meminta pemerintah desa setempat segera memanfaatkan program bantuan diberikan pemerintah daerah.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
PANEN RAYA KELAPA SAWIT - Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid-Debby Vita Dewi ketika berfoto bersama saat panen raya kelapa sawit di kebun Desa Nyelanding, Selasa (3/6/2025). Dari 34 desa penerima manfaat 10 desa di antaranya sudah mulai panen. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan meminta pemerintah desa setempat segera memanfaatkan program bantuan diberikan pemerintah daerah. Terutama program bantuan bibit kelapa sawit yang bisa ditanam di kebun desa. Pasalnya, program tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemerintah desa.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, program bantuan bibit kelapa sawit untuk kebun desa baru dimanfaatkan sebesar 64 persen atau 34 desa dari 50 desa yang ada. Sementara 16 desa lainnya belum mengajukan permohonan bantuan bibit kelapa sawit dari pemerintah daerah. 

Oleh karena itu, desa tersebut diminta segera memanfaatkan program bantuan bibit kelapa sawit dari pemerintah daerah. "Masih ada 16 desa yang belum memanfaatkan program bantuan bibit kelapa sawit. Jadi silakan ajukan," kata Riza Herdavid, Senin (9/6).

Riza Herdavid menyebut, 34 desa yang sudah menerima program bantuan bibit kelapa sawit sejak tahun 2021-2024. Dengan total luas lahan yang tertanam bibit kelapa sawit mencapai 249,5 hektare lahan yang tersebar di tujuh kecamatan. 

Sebesar 40 persen atau 101,5 hektare lahan dari total perkebunan tersebut telah memasuki panen perdana. Yakni Desa Jeriji, Kecamatan Toboali. Lalu, Desa Bencah, Desa Sidoharjo dan Desa Nyelanding, Kecamatan Airgegas. Desa Payung, Desa Irat, Desa Pangkalbuluh dan Desa Sengir, Kecamatan Payung. Terakhir Desa Tiram dan Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai. 

Beberapa desa tersebut kini sudah mulai memiliki pendapatan asli desa (PADes) tambahan dari sektor perkebunan kelapa sawit desa. "Dengan adanya PADes otomatis desa tersebut lebih mandiri. Dari pada desa yang tidak ada penghasilan asli desa lainnya," papar Riza Herdavid.

Guna memberikan payung hukum kepada kepala desa lanjut dia, pemerintah daerah mulai menyusun regulasi pemanfaatan uang hasil panen kelapa sawit. Sesuai program hasil panen kelapa sawit desa diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu, anak yatim-piatu, janda, kaum dhuafa, guru mengaji dan marbot masjid. Selain itu sektor pendidikan formal dan nonformal serta kesehatan turut menjadi prioritas.

Dengan demikian penyaluran dana dapat lebih transparan dan akuntabel. Sehingga semua masyarakat dapat merasakan manfaat program tersebut secara langsung. Sekaligus memudahkan program dan kinerja kepala desa ke depannya dalam mengurus masyarakat.

"Saya berharap program ini betul-betul dimanfaatkan untuk masyarakat yang membutuhkan," sebutnya. 

Diberitakan sebelumnya, program bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, untuk setiap desa kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya program bantuan bibit kelapa sawit untuk kebun desa bagi 34 desa di daerah itu. Dampaknya kini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian desa dengan potensi yang dimiliki.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, bantuan program bibit kelapa sawit merupakan janji kampanye dirinya pada periode pertama bersama Wakil Bupati, Debby Vita Dewi. Hingga kini sejumlah desa sudah mulai melakukan panen perdana kelapa sawit program bantuan pemerintah. Tak tanggung-tanggung hasilnya diklaim sudah mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat desa.

"Menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak perlu banyak omon-omon, tetapi pembuktian lebih penting. Jadi kita bisa menyelaraskan," kata Riza Herdavid, Selasa (3/6).

Menurutnya, tujuan bantuan tersebut pemerintah daerah berupaya menjadikan seluruh desa di Bangka Selatan bisa mandiri dan otonom. Artinya, memiliki hak, wewenang dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakatnya.

Termasuk mendorong peningkatan produksi kelapa sawit dan berkontribusi pada perekonomian daerah. Sekaligus menyelaraskan pembangunan di kawasan perkotaan dan perdesaan agar berkeadilan. "Saya bersama ibu wakil bupati sudah dua periode dan berharap ada legacy (Warisan-Red) yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat," jelas Riza Herdavid(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved