Selasa, 12 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Inflasi Tahunan Bangka Belitung Naik Jadi 2,05 Persen

Kabupaten Belitung Timur mencatat inflasi tahunan tertinggi, yaitu sebesar 3,50 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 106,46.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Sela Agustika
RILIS BRS - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di kantor BPS Provinsi Babel, Jumat (1/8/2025). Badan Pusat Statistik Provinsi Babel mencatat Babel pada Juli 2025 mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,65 persen. Secara tahunan (year on year), inflasi mencapai 2,05 persen. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, Kepulauan Babel pada Juli 2025 mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,65 persen.

Secara tahunan (year on year), inflasi mencapai 2,05 persen, atau meningkat dibanding inflasi yoy Juni 2025 yang hanya 0,99 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) tercatat 1,35 persen.

Kabupaten Belitung Timur mencatat inflasi tahunan tertinggi, yaitu sebesar 3,50 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 106,46.

Adapun inflasi terendah terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 1,18 persen dengan IHK 102,83.                

Kepala BPS Provinsi Babel Toto Haryanto Silitonga, Jumat (1/8/2025), mengatakan, inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Tiga komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi pada bulan Juli 2025 yakni daging ayam ras, bawang merah, dan ikan kerisi.

“Bulan Juli ini, konsumsi masyarakat terhadap tiga komoditas tersebut meningkat signifikan. Apalagi pasokan bahan pokok seperti bawang merah masih bergantung dari luar daerah, khususnya dari sentra produksi di Brebes,” kata Toto.

Kategori terkendali

Kendati demikian, Toto menilai, kondisi inflasi di Babel saat ini masih dalam kategori terkendali.

Namun, ia mengingatkan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

“Inflasi ini masih dalam batas aman, namun tetap perlu perhatian, khususnya untuk komoditas makanan. Pasokan dan distribusi dari luar daerah harus dijaga agar tidak menimbulkan gejolak harga di pasar,” tutur Toto.

Ia juga mendorong pemerintah provinsi untuk lebih memanfaatkan potensi daerah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah masih menjadi tantangan yang harus diatasi agar inflasi bisa dikendalikan lebih optimal.

“Kebijakan yang tepat dalam pengelolaan potensi lokal sangat dibutuhkan agar kita tidak selalu bergantung pada pasokan luar yang bisa memicu lonjakan harga saat distribusi terganggu,” kata Toto.

Dengan tren inflasi yang masih terkendali, dia berharap pemerintah daerah dapat terus memantau dan menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang akhir tahun yang biasanya diiringi lonjakan permintaan terhadap bahan pokok. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved