Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Ibu Rumah Tangga di Pangkalpinang Keluhkan Harga Bumbu Dapur Masih Tinggi 

Harga bawang merah masih menyentuh angka Rp58.000 per kilogram, padahal pekan lalu hanya berkisar Rp45.000-Rp48.000 per kilogram. 

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Sela Agustika
BUMBU DAPUR - Ibu rumah tangga membeli bumbu dapur di Pasar Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Jumat (8/8/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS — Harga bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, masih tinggi. Kondisi ini dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga.

Pantauan Bangka Pos di Pasar Air Itam, Jumat (8/8/2025), bumbu dapur yang harganya terpantau masih tinggi, antara lain,  bawang merah, cabai rawit, cabai besar, dan cabai merah.

Harga bawang merah masih menyentuh angka Rp58.000 per kilogram, padahal pekan lalu hanya berkisar Rp45.000-Rp48.000 per kilogram. 

Sementara itu, cabai rawit dijual seharga Rp65.000 per kilogram, cabai besar Rp50.000 per kilogram, dan cabai merah Rp45.000 per kilogram. 

Lonjakan harga bumbu dapur tersebut dikeluhkan para ibu rumah tangga.

 “Semua barang naik sekarang, luar biasa. Nek ngerem-ngerem (hemat--red) pakai bumbu,” kata ibu rumah tangga bernama Dayang saat ditemui di Pasar Air Itam, Jumat (8/8/2025).

“Apalagi bawang merah biasa hanya Rp30 ribuan per kilogram ini sudah Rp58 ribu,” lanjutnya.

Meski harga bumbu dapur tinggi, Dayang mengaku tetap membeli karena merupakan kebutuhan penting untuk memasak di rumah.

“Mau (harga) tinggi ya tetap beli, karena kita mau masak untuk makan. Beli lauk-pauk yang sudah masak ini lumayan pengeluarannya. Karena kita banyak anak, jadi lebih hemat masak,” lanjutnya. 

Pedagang bumbu dapur di Pasar Air Itam, Yuli mengatakan, harga bumbu dapur sudah terpantau tinggi sejak satu bulan terakhir.

Dia menyebut sebagian besar pasokan bumbu dapur di pasar Pangkalpinang masih berasal dari luar daerah, seperti Sumatera dan Jawa.

“Harga bawang naik hampir tiga minggu ini bertahap. Tak hanya bawang, tetapi harga bumbu dapur memang saat ini masih dibilang tinggi,” ujarnya.

“Pembeli tetap datang, tetapi beli sedikit-sedikit. Kalau dibandingkan dulu, sekarang lebih sepi. Harga mahal bikin orang mikir dua kali buat belanja banyak,” tutur Yuli. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved