Berita Bangka Selatan
Pasokan ke Pasar Toboali Alami Penurunan, Harga Bawang Merah Naik 50 Persen
Harga sejumlah komoditas bumbu dapur di pasar tradisional di Kabupaten Bangka Selatan, kembali mengalami kenaikan.
TOBOALI, BABEL NEWS - Harga sejumlah komoditas bumbu dapur di pasar tradisional di Kabupaten Bangka Selatan, kembali mengalami kenaikan. Tak tanggung-tanggung kenaikan tersebut mencapai hingga 50 persen. Kondisi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 14 hari terakhir dan diprediksi masih akan berlangsung cukup lama.
Pedagang Pasar Rakyat Toboali, Ngatiem (51) mengatakan, saat ini harga bumbu dapur yakni bawang merah mengalami kenaikan. Semula harga bawang merah yang dibanderol Rp40.000 per kilogram naik hingga Rp20.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Kenaikan terjadi secara bertahap selama kurang lebih dua pekan terakhir.
"Harga bawang merah yang mengalami lonjakan cukup tinggi. Sudah hampir dua pekan ini," kata Ngatiem, Sabtu (9/8).
Ngatiem mengaku kenaikan harga bawang merah dikeluhkan oleh hampir seluruh pedagang dan pembeli. Kondisi ini menjadikan penjualan bawang merahnya menurun drastis. Karena harganya mahal, sekarang warga membeli hanya sedikit. Paling banyak seperempat kilogram. Kondisi ini membuat omzet penjualan bumbu dapur miliknya turun cukup signifikan.
Ia menduga, melonjaknya harga bawang merah disebabkan oleh sedikitnya pasokan ke pasar. Selain itu, saat ini belum memasuki panen raya bawang merah di daerah penghasil di Pulau Jawa. Mengingat bawang merah yang dijual di pasaran masih bergantung dengan pasokan dari luar daerah yang dikirim melalui distributor di Kota Pangkalpinang.
"Untuk penyebab bawang merah naik ini dikarenakan hasil panen sedikit khususnya di Pulau Jawa. Pasokan ke pedagang di Kabupaten Bangka Selatan kurang," jelas Ngatiem.
Sementara itu harga cabai cenderung stabil selama beberapa pekan terakhir. Cabai kecil dibanderol dengan harga Rp50.000 per kilogram dan cabai besar Rp45.000 per kilogram.
Dirinya memprediksi harga bawang merah akan masih terus mengalami kenaikan di pasaran. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah intervensi kenaikan harga bawang merah.
Dengan begitu harganya mudah terjangkau oleh masyarakat, mengingat saat ini daya beli masyarakat cukup rendah. Kemungkinan besar apabila bawang merah lokal sudah memasuki musim panen raya, tak menutup peluang harga bawang merah dapat kembali stabil. "Kalau stok aman tapi harganya yang tidak aman. Hanya daya beli saat ini agak kurang, justru sepi," ucapnya.
Kondisi serupa tutur dikeluhkan oleh Sam (45) pedagang bahan pokok lainnya. Harga bawang merah mengalami kenaikan sudah cukup lama, kurang lebih dua pekan. Kenaikan terjadi berangsur, mulai dari Rp45.000, Rp48.000 dan terakhir Rp60.000 per kilogram. Normalnya harga jual dikisaran harga Rp25.000-Rp35.000 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang diterima, kenaikan terjadi karena banyak petani bawang mengalami gagal panen. Terutama di tengah musim kemarau yang melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Meskipun begitu, stok bawang merah dinilai masih cukup aman. Untuk harga bawang putih saat ini justru cenderung lebih stabil Rp35.000 per kilogram. "Karena musim panas juga buat gagal panen. Saat ini sudah ada penurunan harga sedikit," sebut Sam. (u1)
| 10 Pabrik CPO Bakal Beroperasi 2027, Pemkab Basel Genjot Hilirisasi dengan Investasi Rp1,4 Triliun |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan |
|
|---|
| Minta Pertanggungjawabkan Transparan ke Masyarakat, Wabup: Hati-hati Kelola Dana Desa |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Matangkan Persiapan Haji 2026 |
|
|---|
| 130 Atlet Bangka Selatan Tes Fisik Jelang Porprov 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250809-HARGA-BAWANG-MERAH-NAIK.jpg)