Selasa, 28 April 2026

Berita Pangkalpinang

Survei: 55,93 Persen Pemilih Mantap Tentukan Pilihan di Pilkada Ulang Pangkalpinang

Survei yang dilakukan pada 9–11 Agustus 2025 ini melibatkan 412 responden dari seluruh kelurahan di Kota Pangkalpinang.

Editor: suhendri
Dokumentasi Elekta Research Center Universitas Pertiba
SURVEI - Mahasiswa Universitas Pertiba melakukan survei di salah satu kelurahan di Kota Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Debat pertama calon wali kota-wakil wali kota Pangkalpinang yang digelar pada 8 Agustus 2025 lalu ternyata membawa dampak signifikan terhadap keyakinan pemilih menjelang hari pemungutan suara pilkada ulang, 27 Agustus 2025. 

Hasil survei Elekta Research Center Universitas Pertiba menunjukkan 55,93 persen responden mengaku lebih mantap dengan pilihannya usai menyaksikan debat tersebut.

Survei yang dilakukan pada 9–11 Agustus 2025 ini melibatkan 412 responden dari seluruh kelurahan di Kota Pangkalpinang, dengan metode stratified multistage random sampling dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Elekta Research Center Universitas Pertiba, Divo Dharma Silalahi, mengungkapkan bahwa 54,23 persen masyarakat menonton jalannya debat perdana calon wali kota-wakil wali kota Pangkalpinang. Dari jumlah itu, sebanyak 35,59 persen menyimak penuh dan 18,64 persen hanya menonton sebagian. 

Menariknya, kata Divo, dari 45,77 persen responden yang tidak menonton, sepertiganya atau 33,05 persen tetap mendapatkan informasi dari keluarga atau teman.

"Secara umum, kemampuan komunikasi para pasangan calon dinilai cukup baik oleh mayoritas responden, yakni 63,56 persen, bahkan 27,97 persen menilai sudah sangat baik," kata Divo dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Kamis (14/8/2025).

Survei juga mengungkapkan lima topik teratas yang dianggap paling dikuasai kandidat, yakni lapangan kerja, ekonomi dan investasi, pendidikan, tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik, dan kesehatan.

Isu ekonomi dan peluang kerja dinilai menjadi magnet utama dalam menarik simpati pemilih di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

"Debat menjadi momen penting bagi calon kepala daerah untuk memperlihatkan visi, misi, dan kapasitasnya. Terbukti, 50,85 persen responden menilai debat sangat penting dalam menentukan pilihan, sementara 44,07 persen menilai cukup penting," ujar Divo.

Menurut dia, dengan sisa waktu kurang dari dua pekan menuju hari pemungutan suara, hasil survei tersebut menjadi cermin dinamika politik lokal. Tingginya angka pemilih yang menganggap debat memengaruhi pilihan menunjukkan bahwa panggung debat masih menjadi arena strategis bagi kandidat untuk mengunci dukungan. (t2) 


 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved