Berita Bangka Tengah
Dua Pemuda Dilaporkan Hilang di Laut Permis, Marlina: Anakku Sempat Berpamitan
Rasa khawatir menyelimuti perasaan Marlina dan keluarga, usai anak laki-lakinya yang bernama Maryadi hilang kontak.
SUNGAISELAN, BABEL NEWS - Rasa khawatir menyelimuti perasaan Marlina dan keluarga, usai anak laki-lakinya yang bernama Maryadi hilang kontak, setelah mengantarkan mekanik kapal untuk melakukan perbaikan di perairan laut Permis, Bangka Selatan, Senin (18/8). Marlina menyebutkan jika anak ketiganya itu memang sempat berpamitan untuk mengantarkan seseorang ke tengah laut.
Menurutnya, pekerjaan itu memang sering dilakukan oleh Maryadi untuk mendapatkan tambahan penghasilan. "Kami mendapatkan kabar itu Senin, sekitar jam 3 sore, saat orang kapal itu menelpon, tanya, Maryadi sudah pulang belum. Kami juga bingung karena, tahunya kan Maryadi dan Reza itu ke kapal, tapi ini malah bertanya ke kami," ujar Marlina, Rabu (20/8).
Usai mendapatkan kabar itu, dirinya meminta salah satu anggota keluarganya untuk mencari keberadaan Maryadi di tengah laut. "Dapat kabar itu, kakaknya menyusul ke kapal itu, mencari. Tapi sampai di kapal, dibilang mereka juga mencari Maryadi, jadi kami semakin khawatir," jelasnya.
Marlina menyebutkan, kekhawatiran keluarga semakin tidak terbendung usai speedboat yang digunakan Maryadi dan Reza ditemukan oleh warga di daerah muara sungai, pada Selasa (19/8) pagi. "Dari situ kemarin keluarga dan tetangga terus mencari Maryadi dan Reza, kami menggunakan speedboat pribadi. Ada Polairud dan tim itu juga mencari dari kemarin. Harapannya, anak kami mudah-mudahan cepat ketemu," kata Marlina.
Diketahui sebelumnya, dua pemuda asal Kelurahan Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah dilaporkan hilang di sekitar perairan laut Permis sejak Senin (18/8). Keduanya yakni Maryadi (20) dan Reza Arta Distia (21).
Kapolsek Sungaiselan, Iptu Sugianto menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika Maryadi dan Reza mengantarkan mekanik kapal barang KM Bahari Karya bernama Asan ke perairan Permis. Mereka berangkat dari Sungaiselan menuju titik kapal yang rusak pada pukul 09.30 WIB.
"Sekira pukul 14.30 WIB setelah selesai memperbaiki kapal, Asan selaku mekanik hendak pulang dan menanyakan kepada kapten kapal, di mana keberadaan Maryadi dan speedboat yang ia tumpangi," ujar Sugianto, Selasa (19/8) malam.
Namun, setelah Asan dan rekannya melakukan pencarian di sekeliling KM Bahari Karya, speedboat maupun Maryadi dan Reza tidak ditemukan keberadaanya. "Kemudian pada Selasa 19 Agustus 2025 sekira pukul 06.00 WIB, speed mesin tempel milik yang digunakan Maryadi dan Reza ditemukan oleh nelayan di perairan Muara Sungaiselan, namun dua korban belum diketahui keberadaannya," jelasnya.
Diakui Sugianto, usai mendapatkan laporan itu tim gabungan dari Polsek Sungaiselan, Polres Bangka Tengah dan Ditpolair Polda Bangka Belitung langsung melakukan upaya pencarian. "Sekira pukul 10.45 WIB dengan menggunakan dua speedboat tim gabungan dibantu para nelayan berangkat melakukan pencarian terhadap Maryadi dan Reza, namun belum membuahkan hasil," ucapnya. (w4)
| Berkas Administrasi 154 Calhaj Asal Bangka Tengah Rampung |
|
|---|
| Kasus HIV di Bangka Tengah di Tahun 2025 Alami Peningkatan, 25 Orang Terdeteksi Positif HIV |
|
|---|
| Angka CKG Bangka Tengah Baru Capai 11 Persen |
|
|---|
| Warga Desa Nibung Tewas Tertimpa Pipa Tambang |
|
|---|
| Pemkab Bangka Tengah Ajak Waspadai Potensi Kekerasaan Terhadap Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/120250820-Marlina-Ibu-dari-Maryadi-yang-hilang-kontak-di-perairan-Permis.jpg)