Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Tengah

Poltekkes Edukasi Cegah Kanker Serviks di SMAN 1 Pangkalanbaru

Tim Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang memberikan edukasi upaya pencegahan kanker serviks sejak usia remaja.

Tayang:
Dok/Poltekes Kemenkes Pangkalpinang
EDUKASI - Tim Dosen Poltekes Kemenkes Pangkalpinang, SMAN 1 Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, saat berfoto bersama perwakilan siswa pada kegiatan bertajuk “Edukasi Kanker Serviks dan Pencegahannya” yang digelar Rabu (13/8/2025). 

PANGKALANBARU, BABEL NEWS - Tim Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi upaya pencegahan kanker serviks sejak usia remaja di SMAN 1 Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (13/8). Kegiatan bertajuk "Edukasi Kanker Serviks dan Pencegahannya" ini diikuti antusias oleh 96 siswi beserta para guru pendamping.

Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, tercatat sekitar 36.964 kasus baru kanker serviks di Indonesia, dengan 20.708 kematian pada tahun yang sama. Angka tersebut menunjukkan bahwa deteksi dini dan edukasi kesehatan reproduksi sangat penting dilakukan, khususnya di kalangan remaja.

Tim Dosen Kebidanan Poltekes Kemenkes Pangkalpinang, Gaipyana Sembiring menjelaskan, kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV), yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV, pola hidup sehat, dan pemeriksaan secara berkala.

"Remaja putri harus memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Pencegahan itu jauh lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan. Kanker serviks ini dapat dicegah melalui vaksinasi, perilaku hidup sehat, dan pemeriksaan secara berkala," ujar Gaipyana, Rabu (20/8).

Acara ini tak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga berlangsung interaktif lewat sesi tanya jawab. Para siswi tampak antusias bertanya seputar cara pencegahan kanker serviks, informasi seputar vaksin HPV, dan gaya hidup sehat yang mendukung sistem imun tubuh.

Menurutnya, kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Sekaligus membentuk mereka menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan informasi kepada teman sebaya dan lingkungan keluarga.

"Diharapkan melalui kegiatan ini para remaja putri mampu menjadi agen informasi bagi teman sebaya dan keluarga, serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah kanker serviks," jelasnya. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved