Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Siswa di Bangka Selatan Dapat Cek Kesehatan Gratis

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memulai program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
CEK KESEHATAN GRATIS - Peserta didik ketika mengikuti program CKG di SMP N 2 Toboali, Kamis (21/8/2025). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan generasi muda. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memulai program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan generasi muda di sekolah-sekolah. Lewat program ini upaya intervensi stunting dan penyakit berbahaya dapat terdeteksi.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan, program CKG sekolah akan menjangkau seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di daerah itu. Mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat termasuk sekolah luar biasa (SLB) hingga pondok pesantren. Dengan rentang usia anak usia 7 hingga 17 tahun.

"Hari ini kita melakukan kick off CKG di sekolah. Mulai dari SD sampai SMA sederajat," kata Hefi Nuranda, Kamis (21/8).

Hefi Nuranda mengungkapkan, program ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada peserta didik di sekolah sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan. Ditargetkan minimal setiap peserta didik di masing-masing satuan pendidikan menerima program CKG satu kali dalam setahun. 

Selain itu, program CKG bisa diakses seluruh masyarakat di setiap pusat kesehatan masyarakat, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. "Ke depan pemerintah ingin memastikan bahwa anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Bangka Selatan kondisi kesehatannya baik. Program ini minimal bisa dilakukan satu tahun sekali," papar Hefi Nuranda.

Di samping itu lanjut dia, pemeriksaan yang diberikan bervariasi sesuai jenjang usia. Untuk jenjang SD sederajat terdapat 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, gigi, mata, telinga, kesehatan mental dan riwayat imunisasi. 

Sementara, untuk SMP sederajat, terdapat 15 jenis pemeriksaan. Di antaranya skrining talasemia dan tes kadar hemoglobin melalui pengambilan darah sederhana di ujung jari.  Selanjutnya, untuk siswa SMA sederajat terdapat 14 jenis pemeriksaan, dengan penambahan aspek pemeriksaan kesehatan reproduksi. 

Hefi Nuranda memastikan hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti. Termasuk rujukan ke puskesmas untuk peserta didik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Termasuk penyusunan program edukasi kesehatan oleh sekolah dan puskesmas jika ditemukan masalah kesehatan yang bersifat umum. "Dengan program CKG seluruh masyarakat dapat hidup lebih sehat," katanya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved