Berita Pangkalpinang

Tahun Ini, Bangka Belitung Baru Serap Rp694 Miliar Dana KUR

Target penyaluran KUR di Negeri Serumpun Sebalai pada 2025 sebesar Rp1,71 triliun untuk 20.941 debitur.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Sela Agustika
FORUM KOORDINASI - Forum koordinasi penyaluran KUR, pendanaan KMP, dan implementasi Jamsostek bagi debitur KUR dan pengurus KMP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025 berlangsung di Aula DJPb Babel, Selasa (26/8/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS — Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong optimalisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Babel.

Kepala Kanwil DJPb Babel, Syukriah HG, Selasa (26/8/2025), mengatakan, target penyaluran KUR di Negeri Serumpun Sebalai pada 2025 sebesar Rp1,71 triliun untuk 20.941 debitur.

Hingga saat ini realisasi penyalurannya baru mencapai 40,60 persen atau Rp694,46 miliar.

 Adapun debitur yang telah menerima KUR sebanyak 10.404 orang atau sekitar 73,10 persen dari target.

Syukriah menjelaskan, program KUR merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha produktif, meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Dalam rangka optimalisasi penyaluran KUR, hari ini kita menggelar forum koordinasi penyaluran KUR, di mana di sini berbagai stakeholder terlibat, termasuk kepala desa. Dengan hadir langsung juga kepala desa ini bisa memberikan informasi yang belum tersampai ke masyarakat terkait KUR, karena kekuatan di desa itu benar nyata kalau benar-benar terwujud maka kemandirian desa bukan suatu hal yang mustahil bisa terwujud,“ kata Syukriah kepada Bangkapos.com usai membuka kegiatan forum koordinasi penyaluran KUR, pendanaan KMP, dan implementasi Jamsostek bagi debitur KUR dan pengurus KMP di Provinsi Babel tahun 2025.

“Pertama, kita tahu untuk KUR masih ada ruang untuk penyalurannya, dengan nominal angka Rp1,7 triliun kita berharap ini bisa optimal disalurkan dan yang sudah tersalur bisa terjaga agar tidak NPL (keterlambatan bayar). Artinya ketika tidak NPL berarti rencana usaha UMKM kita berjalan,” ujarnya. 

Syukriah menyebutkan, pihaknya bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) turut berperan aktif dalam mendorong penyaluran KUR melalui sinergi lintas sektor, pendampingan, serta monitoring, dan evaluasi secara berkala.

Hingga saat ini, penyaluran KUR di Bangka Belitung masih didominasi oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan.

Oleh karena itu, menurut Syukriah, perlu adanya diversifikasi dan penguatan penyaluran ke sektor lain seperti perikanan dan industri pengolahan.

“Memang penyaluran KUR belum merata di seluruh kabupaten. Ini tantangan bagi kami untuk mengawal KUR bisa tersebar merata dan yang terpenting bagaimana kita mengupayakan agar tepat sasaran. Tidak hanya mengejar angka, tetapi bagaimana mengupayakan agar dana yang disalurkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved