Senin, 20 April 2026

Berita Bangka

Stafsus Menko Polkam RI Pantau MBG di Kecamatan Pemali, Minta Evaluasi Menu Makanan

Sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, menjadi sasaran pantauan terhadap pelaksanaan program MBG.

Bangkapos/Arya Bima Mahendra
PANTAU MBG - Stafsus Menko Polkam RI Bidang Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto saat memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang ada di Kecamatan Pemali, Bangka, Kamis (28/8/2025). 

PEMALI, BABEL NEWS - Sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, menjadi sasaran pantauan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), Kamis (28/8). Pemantauan dilakukan secara langsung oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Bidang Pertahanan, Letjen TNI (Purn), Yoedhi Swastanto.

Yoedhi Swastanto dan rombongan memantau sejumlah sekolah yakni SDN 10 Pemali, SDN 2 Pemali, SDN 15 Pemali, SMPN 1 Pemali, SMAN 1 Pemali dan Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Kecamatan Pemali.

Yoedhi Swastanto menyebut, pihaknya mendapat pesan dari Menko Polkam RI, selain memantau Pilkada Ulang 2025 Kabupaten Bangka, juga ditugaskan untuk memantau program-program nasional, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Kami meninjau ada dua tempat sasaran, yang pertama pendistribusian di sekolah-sekolah. Dan yang kedua tentang kondisi dapur-dapurnya," kata Yoedhi Swastanto.

Menurutnya, pelaksanaan program MBG dari aspek perencanaan dinilai sudah baik. Mulai dari pengiriman dan ketepatan waktu. "Yang jadi permasalahan adalah rasa. Jadi rasa yang diinginkan anak-anak, belum tentu bisa dipenuhi oleh dapur itu," jelasnya.

Pasalnya, dapur program MBG mempunyai standar gizi yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, bisa-bisa saja dapur MBG menyiapkan makanan sesuai rasa yang diinginkan anak-anak, tapi tetap harus mementingkan konteks standar gizi.

Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada pihak sekolah, terkhusus kepala sekolah untuk bisa mengevaluasi menu-menu program MBG. "Sepanjang anggaran terpenuhi, gizi terpenuhi dan bisa dimakan oleh anak-anak, makan akan bagus, berarti tujuan tercapai," ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi instansi terkait, mulai dari dinas pendidikan, aparat keamanan, camat dan pihak sekolah yang telah saling berkoordinasi dan bersinergi untuk mensukseskan program MBG. "Ini menunjukan sinergitas seluruh penyelenggara untuk makan bergizi gratis ini sudah berjalan dengan baik. Harapan kita ke depan lebih baik lagi dan terus kita evaluasi-evaluasi," tuturnya.

Disinggung perihal adanya beberapa kasus berkenaan dengan program MBG seperti keracunan dan lain sebagainya, Yoedhi Swastanto berpesan kepada pihak dapur SPPG tentang pentingnya fungsi kontrol. "Kepala SPPG nya harus bisa mengontrol apakah standar-standar higienisnya sudah terpenuhi atau tidak," ungkapnya.

Misalnya, dalam menu program MBG ada buah semangka. Menurut Yoedhi, penting untuk memperhatikan jarak durasi dari semangka tersebut dipotong hingga kemudian disantap oleh anak-anak. Pasalanya, kalau sudah terlalu lama, rasanya akan menjadi kecut bahkan pahit sehingga tidak enak untuk disantap.

"Oleh sebab itu, harus diperhatikan betul hal itu. Apakah diganti dengan pisang, ya itu terserah, yang penting gizi terpenuhi, anggaran tercukupi, dan dimakan anak-anak, itu sasaran utamanya," ujarnya.

Kendati demikian, dari hasil pantauan yang dilakukan, dirinya bersyukur di sekolah-sekolah yang dipantau tersebut tidak ada kasus keracunan akibat menu-menu program MBG. "Tapi ini menjadi atensi di mana semua harus memperhatikan aspek higienisnya," pungkasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved