Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dua Tahun Berdiri, Kismis Babel Terus Berusaha Hadirkan Manfaat

Sebagai sebuah komunitas bagi kaum ibu-ibu, Kismis Babel terus berusaha menghadirkan kegiatan bermanfaat bagi para anggotanya.

Dokumentasi Diana
Halal Bihalal Adminah Kismis Babel, pada beberapa waktu lalu. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebagai sebuah komunitas bagi kaum ibu-ibu, Kismis Babel terus berusaha menghadirkan kegiatan bermanfaat bagi para anggotanya. Apalagi diketahui, tepat pada 1 September 2025, komunitas ini sudah memasuki tahun kedua menemani mak-mak. 

Ketua Umum Kismis Babel, Diana S mengucapkan ribuan terima kasih kepada para pemateri, pendukung-pendukung di belakang layar, yang membuat Kismis bisa berjalan sejauh ini. Ia menyebutkan, Kismis yang semula mengedukasi lewat media daring lewat metode Kuliah via WhatsApp (Kulwap), mulai rutin melakukan kegiatan offline pada beberapa waktu terakhir.

Hal itu dimulai dengan bakti sosial, lewat program Garage Sale yang berisi penjualan pakaian atau barang layak pakai, harga terjangkau pada masyarakat luas dan pembagian sembako. "Selanjutnya kita lakukan charity projects berikutnya, donasi untuk Palestina, berbagi ceria dengan anak yatim, pelaksanaan Jumat berkah, berbagi takjil, berbagi paket sembako lebaran, pembagian pakaian layak pakai dan lainnya. Kita juga mulai membuka kelas-kelas keterampilan terbatas, mulai dari cooking, baking, fotografi, digital marketing, canva, FB pro, shopee affiliate, handy craft, snack bouquet, meronce, dan lain-lain. Bukan hanya kelas Emak-emak, tapi juga banyak kelas anak-anak," ujar Diana dalam rilisnya, Minggu (31/8).

Diakui Diana, Kismis juga melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti kajian Fiqih online bekerja sama dengan MTHQ Puding Besar, membahas masalah-masalah Fiqih kehidupan, mulai dari bersuci, salat, puasa, zakat dan lainnya. 

"Kajiannya dua pekan sekali di Selasa malam minggu pertama dan ketiga. Di sela-sela itu, peserta bebas bertanya seputar materi yang dibahas. Insya Allah, kita akan bukukan materinya nanti supaya masyarakat luas juga bisa ikut belajar," jelasnya.

Dirinya menerangkan, sama seperti banyak komunitas lainnya Kismis Babel memiliki kendala dan tantangan terbesar terkait belum adanya tempat dan ruang-ruang belajar permanen. Menurutnya, saat ini ia bersama kelompoknya sering melakukan kegiatan melalui kebaikan para donatur meminjamkan tempatnya. 

"Bagi kami, memberikan pembelajaran jauh lebih penting daripada berkutat memikirkan kendala, bahkan beberapa kali kami berkegiatan di alam terbuka. Jalan sebisanya, semampunya, yang penting motivasi belajar semuanya tidak surut. Kami sudah menyuarakan hal ini kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait, semoga sekali lagi mereka mendengar dan merealisasikan kebutuhan kami. Demi siapa, tentu saja demi menunjang program-program edukatif dan misi-misi sosial keagamaan kita bersama, baik pemerintah, masyarakat atau Kismis sendiri," pungkasnya. (*/w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved