Berita Bangka Selatan
Harga Telur Ayam di Bangka Selatan Alami Kenaikan
Harga telur ayam ras di Kabupaten Bangka Selatan mengalami kenaikan. Melonjaknya harga telur tersebut telah terjadi selama beberapa pekan terakhir.
TOBOALI, BABEL NEWS - Harga telur ayam ras di Kabupaten Bangka Selatan mengalami kenaikan. Melonjaknya harga telur tersebut telah terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Seorang agen telur ayam ras di Pasar Terminal Toboali, Evri mengatakan, harga telur ayam sudah mengalami lonjakan harga sejak sepuluh hari terakhir. Kenaikan harga telur terjadi untuk telur ayam ras yang dijual per rak dengan isi 30 butir.
Semula telur ayam dijual Rp50.000 per rak, namun kini harga jualnya naik sebesar Rp2.000 per rak. Sehingga saat ini harga jual telur ayam ras naik menjadi Rp52.000 per rak. "Untuk harga jual telur ayam masih sama yakni Rp1.800 per butir. Masih harga lama," kata Evri, Selasa (23/9).
Menurutnya, merangkaknya harga jual telur sudah berlangsung sebelum pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Ia menduga ini dipicu lantaran naiknya harga pakan ayam. Termasuk meningkatnya permintaan dan tingginya biaya transportasi. Imbasnya harga jual telur ke agen hingga pedagang turut dinaikkan.
Meski terjadi kenaikan harga kondisi ini tidak mempengaruhi permintaan pembeli untuk konsumsi kebutuhan sehari-hari. Diakuinya, justru permintaan telur ayam cenderung meningkat terutama saat Maulid Nabi karena adanya kirab telur. "Karena di Toboali ada perayaan Maulid Nabi, jadi permintaan telur naik," ujar Evri.
Untuk pemenuhan kebutuhan telur Evri mengandalkan pasokan dari kandang ayam ras yang ada di Kota Pangkalpinang, Sungailiat, Kabupaten Bangka maupun dari Sumatera Selatan. Setiap harinya suplai telur yang masuk mencapai 21.000 butir sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Kota Toboali.
Ia memprediksi, dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan harga telur ayam akan kembali stabil. Evri meminta masyarakat untuk tidak panic buying atau memborong kebutuhan sembako di pasaran. "Berdasarkan informasi sementara harga telur akan kembali turun dan stabil," ucapnya.
Ibu rumah tangga, Jumiati (47) mengaku terkejut dengan kenaikan harga telur yang begitu cepat. Biasanya ia membeli satu rak telur ayam setiap hari untuk berjualan nasi goreng. Namun, sudah beberapa hari terakhir harga telur mengalami lonjakan sebesar Rp2.000 per rak. Tentunya secara tidak langsung dirinya merasakan dampak dari kenaikan harga ini.
Dirinya berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategi untuk menstabilkan harga. Supaya kebutuhan pokok seperti telur dapat kembali terjangkau. "Kalau harga telur naik, otomatis modal juga naik. Kalau menaikkan harga jual, takut pelanggan lari. Jadi terpaksa memangkas keuntungan penjualan," katanya. (u1)
| Tiga Perempuan Rentan Terima Bantuan Atensi Rp12 Juta |
|
|---|
| Hari Keenam Pencarian Warga Diduga Diserang Buaya, Basarnas Kerahkan Drone Thermal |
|
|---|
| Jaga Stabilitas Fiskal Daerah, TPP ASN Bangka Selatan Dipotong 30 Persen |
|
|---|
| DLH Batasi Penggunaan Kantong Sekali Pakai |
|
|---|
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250923-PILIH-TELUR-Sejumlah-pembeli-ketika-memilih-telur-yang-12.jpg)