Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka

Pesilat Belinyu Raih Perunggu di PON Beladiri 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tisya Anastasya, pesilat cantik asal Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Tayang:
Ist/IPSI Babel
MEDALI PERUNGGU - Tisya Anastasya (baju putih podium nomor 3), Pesilat asal Belinyu Bangka saat menaiki podium atas raihan medali perunggu pada PON Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tisya Anastasya, pesilat cantik asal Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tisya berhasil kembali menaiki podium atas prestasi di bidang pencak silat yang ditekuninya selama ini.

Dirinya berhasil menyabet medali perunggu dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, 12-26 Oktober 2025. Tisya yang turun di nomor tanding putri kelas C (55-60 kg), berhasil menunjukkan performa gemilang sejak babak penyisihan, meski akhirnya harus terhenti di babak semifinal.

Perjuangannya dianggap sebagai capaian berharga bagi kontingen Bangka Belitung di ajang bergengsi tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bangka Belitung, Syarli Nopriansyah.

Syarli Nopriansyah menyampaikan apresiasinya atas perjuangan keras pesilat asal Perguruan Lebah Sakti ini. "Tisya bertarung dengan hati. Ia tampil penuh semangat, disiplin, dan tangguh. Medali perunggu ini hasil kerja keras yang patut dibanggakan," kata Syarli Nopriansyah, Selasa (21/10). 

Menurutnya, perjuangan Tisya menuju PON tidak mudah. Meski tanpa bantuan dari Pengprov dan KONI Babel, namun dukungan dari pengurus provinsi, kabupaten/kota, pelatih dan rekan setim dan perguruan pencak silat berhasil memulihkan semangatnya.

"Dia sempat menangis, tapi bukan karena menyerah. Justru itu tanda betapa besar tanggung jawab yang ia rasakan membawa nama Bangka Belitung. Setelah itu, dia bangkit dan membuktikan di arena," ungkapnya.

Lebih lanjut, IPSI Bangka Belitung menilai raihan perunggu ini sebagai sinyal positif bagi perkembangan pencak silat di daerah. Syarli Nopriansyah menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat pembinaan atlet muda agar Babel dapat bersaing di level nasional maupun internasional.

"Prestasi Tisya menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya. Kami ingin pencak silat Babel semakin diperhitungkan di masa depan," ujarnya.

Dengan torehan medali perunggu ini, Tisya Anastasia tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat. "Dia menjadi simbol semangat juang dan keteguhan atlet muda daerah dalam mengharumkan nama provinsi di kancah nasional," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved