Berita Pangkalpinang

Lazismu dan BKKBN Teken MoU Program Genting

Lazismu bersama BKKBN Babel secara resmi, menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan program Genting.

Ist/Lazismu Babel
PENANDATANGANAN MOU - Lazismu Wilayah Kepulauan Bangka Belitung bersama BKKBN Babel secara resmi, menandatangani MoU dalam rangka pelaksanaan program Genting, Rabu (22/10/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) wilayah Kepulauan Bangka Belitung bersama BKKBN Babel secara resmi, menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan program gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting), Rabu (22/10). Kerja sama tersebut diketahui berfokus, pada penyediaan sanitasi dan sumber air bersih bagi keluarga berisiko stunting.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Kantor BKKBN Provinsi Babel dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga, serta perwakilan instansi terkait. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga dalam upaya percepatan penurunan stunting di Bangka Belitung, khususnya melalui peningkatan akses terhadap sanitasi layak dan air bersih.

Ketua Lazismu Bangka Belitung, Heru Kurniawan menyampaikan, kerja sama ini merupakan wujud konkret kepedulian umat dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

"Masalah stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga menyangkut akses terhadap air bersih dan sanitasi. Melalui program ini, kami berharap dapat membantu masyarakat di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan bisa berkelanjutan dengan penghimpunan donasi dari zakat, infaq, dan shadaqah yang dituangkan kedalam program," ujar Heru Kurniawan dalam rilisnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan, kolaborasi dengan lembaga sosial seperti Lazismu sangat penting dalam menjangkau keluarga-keluarga rentan.

"Program Genting menjadi tulang punggung pendekatan berbasis keluarga dalam pencegahan stunting. Kolaborasi ini akan memperkuat intervensi di lapangan, terutama dalam menyediakan kebutuhan dasar seperti sanitasi dan air bersih," jelasnya.

Dalam tahap awal, program ini akan difokuskan pada Desa Labu di Kabupaten Bangka yang tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan minim akses sanitasi aman. Kegiatan akan mencakup pembangunan sarana air bersih dan edukasi pola hidup bersih dan sehat.

'Dengan ditandatanganinya kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dapat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kepulauan Bangka Belitung," katanya. (*/riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved