Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Petani Semangka Minta Dilibatkan di Program MBG

Para petani semangka di Kabupaten Bangka Selatan meminta pemerintah daerah dapat melibatkan mereka dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Panen Semangka - Sejumlah petani ketika memanen buah semangka di kebun semangka milik Angga di Desa Gadung, Senin (1/12/2025). Dengan produksi yang cukup melimpah petani berharap penyerapan buah lokal bisa dilakukan lewat program MBG. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Para petani semangka di Kabupaten Bangka Selatan meminta pemerintah daerah dapat melibatkan mereka dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Bagi mereka, program nasional itu bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah. Tetapi juga dapat menjadi pintu penyerapan hasil pertanian lokal yang selama ini kerap menghadapi fluktuasi harga, terutama saat panen raya.

Harapan itu disampaikan Angga (38), petani semangka di Desa Gadung yang mengelola dua hektare lahan dengan sekitar 3.000 batang tanaman. Tahun ini meski cuaca penghujan menekan kualitas, ia masih mampu mencatatkan hasil panen mencapai 28 hingga 30 ton dalam sekali panen. Sementara untuk harga buah semangka dianggap kurang memuaskan bagi petani lokal.

"Alhamdulillah hasilnya lumayan. Kurang lebih mencapai 28-30 ton sekali panen," kata Angga, Senin (1/12).

Diakui Angga, harga semangka saat ini stabil di kisaran Rp5.000 per kilogram, jauh dari level ideal untuk mencapai surplus. Menurutnya, agar petani mendapatkan keuntungan layak, harga harus berada pada rentang Rp6.000-Rp7.000 per kilogram. Ketika harga turun ke level Rp3.500-Rp5.000 per kilogram margin petani menjadi sangat tipis. 

Di tengah kondisi itu, Angga menilai program MBG dapat menjadi solusi untuk memastikan penyerapan buah lokal secara rutin. Program MBG yang menyasar anak sekolah dinilai membuka peluang besar bagi komoditas pertanian lokal untuk masuk dalam rantai pasok makanan bergizi. 

"Kami tidak butuh bantuan besar-besaran. Kami butuh pasar yang pasti. Kalau pemerintah bisa menyerap sebagian hasil panen melalui MBG, itu sangat membantu petani," ucapnya.

Adapun kini permintaan terhadap semangka dari luar daerah masih kuat. Angga mengungkapkan bahwa baru-baru ini ia mengirim 21 ton semangka ke Jakarta. Kondisi ini membuktikan bahwa semangka Kabupaten Bangka Selatan memiliki kualitas yang diterima pasar lintas pulau. 

Namun ia juga mengingatkan bahwa pasar luar daerah tidak selalu dapat diandalkan setiap musim, karena biaya distribusi dan kompetisi harga dari daerah lain turut mempengaruhi penjualan. "Kalaupun ada program MBG bisa petani lokal digaet untuk membantu penyerapan petani semangka. Petani lokal bisa dilibatkan untuk ikut serta dalam menjadi penyuplai buah," paparnya.

Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membuka ruang kemitraan lebih konkret agar petani tidak lagi berada dalam posisi rawan setiap kali harga jatuh. "Kami siap ikut serta kalau dilibatkan. Petani lokal siap menyuplai," pungkas Angga. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved