Berita Pangkalpinang
Data Terbaru: 111 Warga Pangkalpinang Terinfeksi HIV
Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam aspek edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap HIV.
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Berdasarkan data terbaru, terdapat 111 warga Pangkalpinang terinfeksi human immunodeficiency virus atau HIV, yang terdiri atas 94 laki-laki dan 17 perempuan.
Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam aspek edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap HIV.
Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang di Serene Coffee & Eatery, Pangkalpinang, Senin (1/12/2025).
Rapat tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kepedulian terhadap permasalahan HIV/AIDS, khususnya pada populasi kunci berisiko tinggi.
Turut hadir jajaran pemerintah, penyintas, sukarelawan, pihak puskesmas dan rumah sakit.
Dessy menekankan bahwa masyarakat harus memahami cara penularan serta langkah pencegahan HIV/AIDS karena hingga kini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan.
Ia juga mengapresiasi peran sukarelawan yang tanpa lelah memberikan pendampingan dan edukasi kepada penyintas serta kelompok berisiko.
"Pemerintah tentu men-support penuh. Kami berkomitmen memastikan ketersediaan obat-obatan di puskesmas dan memfasilitasi layanan kesehatan yang diperlukan,” kata Dessy kepada awak media usai menghadiri rakor.
“Berdasarkan data Kemenkes, Pangkalpinang berada di posisi ke-14 jumlah orang dengan HIV (ODHIV) dan urutan ke-11 untuk kasus infeksi baru, yang angkanya cukup tinggi," lanjutnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Muhammad Thamrin menyebutkan, rakor tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan target eliminasi HIV/AIDS tahun 2030 sebagaimana dicanangkan Kementerian Kesehatan.
"Target kita sejalan dengan nasional, yakni zero infeksi baru, zero kematian, dan zero stigma terhadap penderita HIV/AIDS. Untuk itu, kita bersinergi antara dinas kesehatan dan KPA, serta melibatkan seluruh fasilitas layanan kesehatan," kata Thamrin.
Saat ini, layanan pengobatan HIV di Pangkalpinang tersedia di 9 puskesmas dan RSUD Depati Hamzah, serta didukung rumah sakit swasta seperti Primaya Hospital, Rumah Sakit Bakti Timah, dan Rumah Sakit Intan Medika.
Thamrin menyebut upaya penanggulangan HIV dilakukan secara komprehensif mulai dari skrining, pelacakan (tracing), hingga tindak lanjut pengobatan.
"Perawatan khusus kami lakukan secara berjenjang. Dari hasil skrining dan tracing, pasien akan diarahkan ke pengobatan sesuai standar," ujarnya.
Lebih lanjut, Thamrin mengatakan, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran (awareness), sekaligus menekan stigma yang masih kerap melekat pada ODHIV.
"Rakor ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor agar penanggulangan HIV/AIDS di Pangkalpinang makin efektif dan terarah, serta mampu menurunkan angka kasus sekaligus memperbaiki kualitas hidup penyintas," tuturnya. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20251201_rakor-HIV.jpg)