Berita Bangka Selatan
Belum Ada Wilayah Terdampak Banjir Rob, Bangka Selatan Siaga Penuh
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan hingga saat ini belum ada satupun wilayah di pesisir yang terdampak banjir rob.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan hingga saat ini belum ada satupun wilayah di pesisir yang terdampak banjir rob. Meskipun kini tren pasang air laut pada awal Desember 2025 diketahui meningkat di beberapa daerah. Terutama ketika momentum puncak tertinggi pasang air laut yang diprediksi terjadi pekan ini.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah mengatakan, hingga kini tim di lapangan tidak menemukan adanya genangan air laut yang masuk ke permukiman. Sejumlah tim telah diturunkan guna melakukan pengecekan di sejumlah titik rawan banjir rob. Dipastikan semua wilayah masih aman dari bencana banjir rob.
"Sampai hari ini belum ada wilayah di Kabupaten Bangka Selatan yang terdampak banjir rob. Kami sudah melakukan pengecekan di sejumlah wilayah," kata Ardiansyah, Senin (8/12).
Ardiansyah mengakui, dari tujuh kecamatan yang ada terdapat beberapa wilayah yang rawan mengalami banjir maupun banjir rob akibat pasang air laut. Di Kecamatan Toboali ada wilayah Kelurahan Toboali dan Desa Keposang rawan terjadi banjir. Sedangkan wilayah rawan banjir rob ada di Kelurahan Toboali dan Kelurahan Tanjung Ketapang. Sementara di Kecamatan Tukak Sadai terdapat Desa Tukak dan Desa Sadai.
Begitu pula di Kecamatan Lepar ada Desa Tanjung Labu dan Desa Tanjung Sangkar serta di Kecamatan Kepulauan Pongok ada Desa Celagen. Sama halnya di Kecamatan Airgegas ada Desa Bencah dan Desa Payung, Kecamatan Payung rawan terjadi banjir ketika hujan lebat. Terakhir di Kecamatan Simpang Rimba terdapat Desa Sebagin rawan terjadi banjir dan Desa Rajik rawan banjir rob. Untuk Kecamatan Pulau Besar dipastikan aman dari potensi banjir dan banjir rob.
"Hasil pemantauan terkini menunjukkan kondisi air laut masih berada pada batas normal dan tidak menimbulkan ancaman berarti bagi permukiman," jelas Ardiansyah.
Guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi pihaknya telah menginstruksikan tim untuk melakukan pengecekan rutin. Selain memantau permukaan air laut, petugas juga mencatat kondisi angin, cuaca, serta laporan dari para nelayan yang sering kali menjadi pihak pertama yang merasakan perubahan di laut.
"Karena itu, kami tidak menurunkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ujar Ardiansyah.
Walaupun dalam keadaan aman, Ardiansyah tidak menampik bahwa beberapa wilayah pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir rob. Khususnya kawasan permukiman yang berada di bibir pantai.
Ia menyebutkan sedikitnya empat titik yang menjadi fokus pemantauan. Mulai pesisir Toboali bagian timur, kawasan Pesisir Sadai, Pantai Nek Aji, serta beberapa titik di Pulau Lepar. Titik-titik tersebut bukan berarti saat ini terkena rob, tapi masuk zona siaga karena struktur tanah rendah dan dekat pantai. Ketika pasang tinggi ekstrem terjadi, daerah inilah yang pertama kali perlu diwaspadai.
Dirinya menekankan bahwa status belum terjadi rob bukan berarti masyarakat boleh lengah. Pihaknya ingin masyarakat tetap waspada, terutama pada keluarga yang tinggal tepat di pinggir laut. "Kami terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah desa, serta aparat setempat untuk memastikan alur informasi cepat ketika kondisi berubah," ujarnya.
Ardiansyah memastikan pihaknya telah melakukan edukasi kepada warga pesisir. Langkah ini penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada informasi pemerintah, tetapi juga memahami tanda-tanda alam.
Dirinya meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan parit dan drainase di permukiman pesisir. Sampah yang menumpuk dapat memperparah genangan ketika rob terjadi. "Kami mengimbau warga untuk mengenali perubahan ombak dan angin. Jika air laut mulai naik ke batas yang tidak biasa, laporkan segera," pungkas Ardiansyah. (u1)
RAWAN BANJIR ROB
- Kecamatan Toboali: Kelurahan Toboali, Desa Keposang, Kelurahan Tanjung Ketapang
- Kecamatan Tukak Sadai: Desa Tukak dan Desa Sadai
- Kecamatan Lepar: Desa Tanjung Labu dan Desa Tanjung Sangkar
- Kecamatan Kepulauan Pongok: Desa Celagen
- Kecamatan Airgegas: Desa Bencah
- Kecamatan Payung: Desa Payung
- Kecamatan Simpang Rimba: Desa Sebagin dan Desa Rajik
- Kecamatan Pulau Besar: Nihil
Sumber: Satpol PP dan Damkar Bangka Selatan
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, ODGJ Berat Dapat Perhatian Khusus |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gandeng BPKP Dongkrak PAD |
|
|---|
| Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250804-Kepala-Bidang-Damkar-Satpol-PP-Damkar-Kabupaten-Bangka-Selatan-Ardiansyah.jpg)