Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Harga Bahan Pokok di Bangka Selatan Mulai Naik

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai melakukan antisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
FOTO BERSAMA -- Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda ketika berfoto bersama usai rapat pengadilan inflasi di Gedung Namak Kantor Bupati setempat, Kamis (11/12/2025). Pemerintah daerah kini terus berupaya mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai melakukan antisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pasalnya, saat ini harga komoditas bahan pokok cenderung mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Khususnya pada komoditas cabai, daging hingga bawang merah yang menjadi penyumbang inflasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan, komoditas cabai merah dan cabai rawit kini tembus hingga harga Rp95.000 per kilogram. Padahal semula harga komoditas ini dibanderol pada kisaran harga Rp60.000-Rp75.000 per kilogram. Begitu pula dengan bawang merah dijual dengan harga Rp55.000 per kilogram dari semula Rp45.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.

Sementara daging ayam bulat dibanderol Rp35.000 per kilogram, daging ayam bersih Rp38.000 per kilogram. Komoditas ini mengalami kenaikan cukup signifikan dari harga semula Rp28.000-Rp32.000 per kilogram serta daging sapi Rp140.000 per kilogram.

"Memang harga bahan pokok seperti cabai, bawang merah dan daging mengalami kenaikan harga di pasaran," kata Hefi Nuranda, Kamis (11/12).

Menurutnya, lonjakan harga bahan pokok ini tidak terlepas dari fenomena bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa daerah. Khususnya bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. 

Kondisi ini secara tidak langsung berimbas terhadap pasokan bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan karena beberapa daerah di tiga provinsi itu turut menyumbang pasokan kebutuhan bahan pokok. Selain itu, khusus komoditas bawang merah ada beberapa daerah yang biasa menjadi penyuplai saat ini mengalami gagal panen. 

Adapun hingga akhir November 2025 inflasi di Kabupaten Bangka Selatan masih berada dalam kisaran 2,5 persen. Inflasi ini utamanya berasal dari komoditas beras, bawang, aneka cabai, ikan serta daging ayam. Sementara pada bulan Desember 2025 berpotensi kenaikan harga komoditas khususnya bawang merah. 

"Belum lagi bulan Desember 2025 ini ada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru-Red). Meningkatnya kebutuhan bahan pokok masyarakat membuat harga semakin meningkat," ujarnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved